Teheran (Tutur.co.id) – Rakyat Iran dan pejabat pemerintah berkumpul di Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir bagi para komandan senior dan korban warga sipil yang tewas dalam serangan Israel. Seruan perlawanan bergema di tengah lautan manusia yang mengantar kepergian para syuhada itu.
Lautan manusia itu berkumpul di Enqelab Square di Tehran, Rabu (12/3/2026). Dari beberapa korban tewas yang dimakamkan hari ini adalah Abdolrahim Mousavi and Mohammad Pakpour, pemimpin senior militer yang tewas dalam fase awal serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Mereka bahkan tak memperdulikan ancaman serangan susulan yang akan dilakukan tentara Amerika Serikat maupun Israel yang kabarnya akan terus menyerang wilayah Iran terutama ibu kota Teheran.
“Trump selalu mengancam, semua ancaman kosong. Seperti yang Anda lihat semua orang berkumpul di sini. Suatu hari sebuah jet tempur terbang di atas sini saat semua orang berkumpul di sini. Kami tidak takut, kami tetap mendukung revolusi,” kata Milad Rahimi, seorang pelayat.
Hal senada juga diungkapkan Maryam Lavvaf yang juga ikut mengantarkan kepergian para syuhada Iran tersebut. Menurutnya, rakyat Iran tak pernah takut untuk tetap turun ke jalan meski mendapat ancaman serangan dari duet AS dan Israel.
“Kami tidak takut siapapun, kami tidak takut pada bom-bom atau rudal-rudal. Jika kalian bunuh kami, kami akan menjadi hidup kembali. Kami akan berdiri sampai akhir, kami akan berdiri kembali melawan kalian semua,” kata Maryam.

