Jakarta (tutur.co.id) — Kinerja investasi Indonesia menunjukkan tren positif pada awal 2026. Badan Pusat Statistik mencatat Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5,96% secara tahunan (yoy) pada triwulan I-2026, didorong meningkatnya aktivitas pembangunan dan investasi.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa investasi menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional pada periode tersebut.
“PMTB tumbuh positif didorong oleh pembangunan program prioritas nasional serta investasi swasta dan pemerintah. Kontribusi PMTB terhadap pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 mencapai 1,79 persen, tertinggi kedua setelah konsumsi rumah tangga,” ujarnya.
Pertumbuhan investasi ini ditopang oleh berbagai subkomponen. Sektor kendaraan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 12,39%, mencerminkan meningkatnya mobilitas dan aktivitas distribusi. Sementara itu, subkomponen mesin dan perlengkapan tumbuh 10,78%, didorong oleh peningkatan impor barang modal serta belanja pemerintah untuk pengadaan alat produksi.
Kinerja ini juga sejalan dengan data realisasi investasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal yang tumbuh 7,22%. Hal tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik tetap terjaga di tengah tekanan global.
Dengan tren ini, investasi diproyeksikan tetap menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan, terutama melalui akselerasi proyek strategis dan ekspansi sektor swasta.

