Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Ekonomi Hijau»Investasi Rp23 Triliun Masuk, Pabrik Pendukung PLTS 50 GW Dibangun Tahun Ini

Investasi Rp23 Triliun Masuk, Pabrik Pendukung PLTS 50 GW Dibangun Tahun Ini

Ekonomi Hijau Gusti Tetiro06 Maret 2026 / 02:18 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan), Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan P. Roeslani (kedua kiri) (Foto: Antara/Fauzan)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan Indonesia telah menerima investasi sebesar 1,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp23,66 triliun untuk pembangunan pabrik pendukung pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 50 gigawatt (GW).

Menurut Rosan, pembangunan pabrik tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun ini dan diharapkan mampu mendukung percepatan pengembangan PLTS di berbagai daerah, khususnya di desa-desa yang sudah memiliki jaringan distribusi listrik.

“Investasi sebesar 1,4 miliar dolar dengan kapasitas 50 gigawatt itu sudah masuk dan pembangunan pabriknya ditargetkan selesai akhir tahun ini. Produksi dalam negeri nantinya bisa digunakan untuk proyek percepatan PLTS,” ujar Rosan, seperti dilansir Antara, usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis.

Rapat tersebut dipimpin oleh Prabowo Subianto dan membahas percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan (EBT). Hadir pula dalam pertemuan itu Bahlil Lahadalia, Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo juga membentuk satuan tugas (satgas) percepatan transisi energi yang dipimpin oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

 

Prototipe PLTS di Madura

Selain pembangunan pabrik, Rosan menyebut Danantara saat ini telah mengembangkan prototipe PLTS berkapasitas 1 megawatt (MW) di Sumenep, Madura.

Prototipe tersebut akan ditinjau langsung oleh tim dari Kementerian ESDM dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebelum model proyek tersebut diperluas ke berbagai wilayah lain di Indonesia.

“Prototipe itu akan ditinjau dan dilihat langsung oleh tim, baik dari ESDM maupun Mendikti, untuk kemudian bisa di-roll out,” kata Rosan.

 

Skema Pembiayaan PLTS Desa

Baca Juga  Celios: Konversi Motor Listrik Dorong Efisiensi Energi dan Ekonomi Lokal

Rosan juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo meminta Danantara untuk mengkaji berbagai opsi pembiayaan guna mempercepat pembangunan PLTS di sejumlah desa di Indonesia.

Kajian tersebut mencakup kemungkinan kerja sama dengan lembaga domestik maupun pihak swasta yang memiliki teknologi di bidang panel surya dan sistem baterai.

“Bapak Presiden memberikan arahan agar pembangunan PLTS ini bisa dilakukan dengan beberapa opsi pendanaan. Kami diminta mempelajari strukturnya dengan melibatkan mitra dalam negeri maupun swasta yang memiliki teknologi solar dan baterai,” ujar Rosan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat transisi menuju energi bersih sekaligus memperluas akses listrik berbasis energi terbarukan hingga ke wilayah pedesaan.

Danantara headline investasi PLTS Rosan Roeslani transisi energi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSerangan Udara Hantam Wilayah Kurdi Iran, Kantor Polisi di Ilam Dilaporkan Hancur
Next Article Sekelompok Orang di Iran Menari Rayakan Kematian Ali Khamenei

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Semenanjung Korea Memanas, Korut Tembakkan 10 Rudal Balistik

Toto Pribadi15 Maret 2026 / 16:50 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.