Mamasani (Tutur.co.id) – Kabar mengenai kematian pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, memunculkan berbagai reaksi di tengah masyarakat. Di sejumlah tempat, kabar tersebut bahkan disambut dengan emosi yang kuat, seperti yang terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial.
Rekaman yang diterima IranWire memperlihatkan suasana di sebuah desa di wilayah Kabupaten Mamasani, Provinsi Fars. Dalam video tersebut terlihat keluarga dan kerabat seorang pelajar yang tewas ditembak aparat berkumpul di kampung halaman mereka dan merayakan kabar kematian Khamenei.
Salah satu momen yang terekam menunjukkan ibu dari Arman Gorjian—yang disebut sebagai Dayeh Mah-Zar Gorjian—mencium bekas luka tembakan di tubuh putranya. Di sekelilingnya, para pemuda dan kerabat yang hadir terlihat mengekspresikan kegembiraan setelah mendengar kabar tersebut.
Arman Gorjian merupakan pelajar kelas akhir sekolah menengah asal desa Babamidan Rostam, di wilayah Mamasani. Ia tewas pada 18 Dey 1404 (8 Januari 2026) setelah sebuah peluru mengenai jantungnya di kawasan Babamidan, sekitar 20 kilometer di utara kota Mamasani.
Menurut keluarga dan orang-orang yang mengenalnya, Arman dikenal sebagai siswa berprestasi yang sedang mempersiapkan diri menghadapi ujian masuk universitas nasional Iran. Ia disebut bercita-cita menjadi seorang dokter.
Video yang beredar juga memperlihatkan suasana perayaan di desa tersebut. Warga tampak memainkan musik tradisional Luri, menabuh alat musik naqqareh, serta menampilkan tarian tradisional chub-bazi sebagai bentuk ekspresi kegembiraan atas kabar tersebut.
Reaksi itu muncul setelah beredarnya laporan bahwa Ali Khamenei tewas pada Sabtu pagi, 9 Esfand 1404 (28 Februari 2026). Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa kompleks kediaman pemimpin Iran di Teheran dibombardir oleh militer Israel.
Laporan yang sama juga menyebutkan bahwa beberapa anggota keluarga Khamenei serta sejumlah pejabat militer senior turut tewas dalam serangan tersebut.
Peristiwa ini terjadi hanya beberapa minggu setelah apa yang disebut sebagai salah satu penumpasan paling mematikan terhadap demonstran dalam sejarah kontemporer Iran, yang semakin memperdalam ketegangan politik di negara tersebut.
Hingga kini pemerintah Iran belum memberikan konfirmasi resmi mengenai detail lengkap insiden tersebut. Sementara itu, berbagai video dan laporan dari sejumlah sumber terus beredar luas di media sosial.

