Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Inilah Jenderal Ahmad Vahidi, Sosok di Balik Alotnya Negosiasi AS-Iran

Inilah Jenderal Ahmad Vahidi, Sosok di Balik Alotnya Negosiasi AS-Iran

Internasional Toto Pribadi25 Mei 2026 / 13:39 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Jenderal Ahmad Vahidi (Foto: Tutur/X)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Teheran (tutur.co.id) – Kabar tahap akhir negosiasi antara Amerika Serikat dengan Iran masih simpang siur. Hal itu juga terlihat dari pernyataan tak konsisten pihak Gedung Putih dan sang presiden Donald Trump. Apa sebenarnya yang terjadi?

Seperti yang sudah ramai diberitakan sebelumnya, Trump dan Gedung Putih mengklaim proses negosiasi dengan Iran sudah masuk babak akhir untuk menempuh jalan damai. Bahkan kabarnya kesepakatan akan tercipta Senin 25 Mei 2026 ini. Namun faktanya, kabar gembira itu tak kunjung datang. Masih kabur.

Sementara itu, garis tegas telah dibuat Iran dalam proses negosiasi. Dan menurut para ahli dan pengamat Timur Tengah, ada satu sosok di balik garis tegas Iran dalam proses negosiasi ini. Bukan sang presiden Masoud Pezeshkian atau Ketua diplomasi Iran, Abbas Araghchi. Namanya Jenderal Ahmad Vahidi.

Mantan Menteri Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Iran ini memang punya pengaruh besar. Terutama akses langsung kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei. Dialah sosok di balik sikap keras nan tegas Iran selama ini.

Jenderal Vahidi memang lama tak terlihat di depan umum selama lebih dari tiga bulan terakhir. Maklum saja, namanya memang masuk daftar incar Amerika Serikat dan Israel mengingat peran sentralnya dalam kekuasaan dan militer Iran.

Pada bulan Maret tahun ini, pria kelahiran 27 Juni 1958 ini mengambil alih peran sebagai pemimpin Garda Revolusi Iran yang membuat pengaruhnya bertambah besar.

Hambatan Utama dalam Perdamaian

Ketika Vahidi masuk dalam pemerintahan Republik Islam Iran, ia mengadopsi garis yang mungkin lebih keras soal pandangannya terhadap Presiden AS Donald Trump. Bahkan di kalangan Gedung Putih, jenderal ini disebut sebagai rintangan utama untuk perdamaian dengan Iran.

Baca Juga  Kenalkan Kapal Induk Tenaga Nuklir USS Abraham Lincoln, Spesifikasi dan Keunggulannya

Menurut lembaga think tank ISW yang berbasis di Washington, Ahmad Vahidi dan orang-orang terdekatnya tidak hanya mengendalikan operasi militer Iran tetapi juga kebijakan negosiasi negara tersebut. Sebuah sumber yang memiliki wawasan tentang mediasi mengatakan peran negosiasi Vahidi menjadi semakin penting setelah putaran pembicaraan di Pakistan pada bulan April antara kedua pihak tidak menghasilkan apa pun.

Perlawanan Tanpa Batas

Strategi Iran untuk menjaga Selat Hormuz tetap tertutup, dengan memutus akses pasar dunia terhadap bahan bakar fosil dari Teluk Persia, telah berkontribusi pada krisis energi global yang dikhawatirkan sejak awal perang.

Selain itu, serangan Iran terhadap fasilitas minyak, hotel, dan infrastruktur di negara-negara Arab tetangga telah memicu ketidakstabilan di seluruh wilayah kawasan tersebut.

“Jenderal Vahidi punya pendirian revolusi tanpa akhir, perlawanan tanpa akhir. Dan ia percaya bahwa Amerika Serikat harus selalu diperangi,” kata pakar Iran Kenneth Katzman dari lembaga think tank Soufan.

Sebagai catatan, sejak 2007, Vahidi dicari oleh Interpol dengan dalih tuduhan mempunyai peran penting dalam aksi pemboman teroris terhadap pusat Yahudi di Argentina pada tahun 1994, di mana 85 orang tewas dan ratusan lainnya terluka.

Donald Trump headline Jenderal Ahmad Vahidi korps garda revolusi iran negosiasi AS dengan Iran Perang Iran
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMonopoli Ekspor SDA Tak Cukup: Didik Rachbini Desak Reindustrialisasi untuk Dongkrak Pajak
Next Article Video: AHY dan Sherly Tjoanda Bertemu Bahas Infrastruktur Strategis Maluku Utara

Berita Lainnya

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB

Datang ke Gedung Jampidsus, Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 / 19:18 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Pemerintah Percepat Akses dan Penataan Hunian di Aceh Timur

Deba Salamah25 Januari 2026 / 10:22 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.