Jakarta (tutur.co.id) — Sebanyak tiga investor baru masuk untuk mengembangkan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan total nilai investasi mencapai Rp1,27 triliun.
Penandatanganan kerja sama dilakukan antara Otorita Ibu Kota Nusantara dengan PT Hauptstadt Indonesia Borneo, PT Starbright International Investment, dan PT Oceans Resto Nusantara. Proyek yang dikembangkan mencakup hunian serta fasilitas pendukung seperti apartemen, perkantoran, restoran, kafetaria, hingga pusat olahraga.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengapresiasi masuknya investor baru yang dinilai memperkuat ekosistem kota.
“Saya berterima kasih atas kepercayaan dari bapak ibu sekalian, untuk membangun investasi di IKN. Kami sampaikan, bahwa di sini kami masih membutuhkan sektor perhotelan, termasuk logistik atau restoran,” ujarnya.
Basuki menambahkan, pengembangan kawasan yudikatif dan legislatif serta beroperasinya SMA Taruna Nusantara tahun ini akan mendorong aktivitas dan kepadatan kawasan hingga 2028.
Selain itu, Otorita IKN juga meneken adendum kerja sama dengan PT Balikpapan Ready Mix dan PT Citadel Group Indonesia sebagai tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi.
Menurut Basuki, saat ini merupakan momentum terbaik bagi pelaku usaha untuk masuk ke IKN, seiring komitmen pemerintah dalam mempercepat perizinan dan memberikan kemudahan berusaha.
“Ini adalah waktu yang terbaik untuk melakukan investasi di Nusantara,” tegasnya.

