Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 79,91 poin atau 1,14% ke level 7.102,2 pada penutupan sesi I perdagangan Selasa (17/3/2026).
Analis dari Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut penguatan IHSG sejalan dengan kenaikan mayoritas bursa Asia yang terdorong oleh reli berkelanjutan di Wall Street pada perdagangan sebelumnya.
Selain itu, pelaku pasar juga mulai berspekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam hasil pertemuan yang diumumkan pekan ini.
Di sisi lain, harga minyak dunia masih berfluktuasi setelah meningkatnya tensi di kawasan Teluk Persia. Meski demikian, optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi sentimen positif bagi pasar.
“Namun, optimisme bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali turut mendukung minat investor,” tulis Pilarmas dalam risetnya.
Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump dilaporkan menunda rencana pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping selama sekitar satu bulan guna fokus pada konflik Iran.
Sementara dari domestik, pemerintah menegaskan komitmen menjaga disiplin fiskal dengan batas defisit APBN maksimal 3% dari PDB, kecuali dalam kondisi krisis.
Pelaku pasar juga menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diperkirakan kembali menahan suku bunga.
Pada sesi I, saham-saham yang mencatat kenaikan terbesar antara lain ROCK, LAPD, IKAN, MINE, dan YULE. Sementara saham yang melemah antara lain PSDN, ALKA, ZATA, ENAK, dan RLCO.
Untuk perdagangan sesi II, Pilarmas merekomendasikan saham Vale Indonesia (INCO) dengan rekomendasi buy pada kisaran support 5.250 dan resistance 6.100.

