Jakarta (tutur.co.id) — Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren penguatan pada pekan ini, meski dibayangi sentimen global yang masih sarat ketidakpastian. Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak pada rentang support 9.000, pivot 9.100, dan resistance 9.200.
Dalam riset yang dirilis Senin (19/1/2026), Phintraco menilai tekanan dari pasar global belum sepenuhnya mereda. Indeks-indeks utama Wall Street tercatat melemah pada perdagangan Jumat (16/1/2026) sekaligus menutup pekan lalu di zona negatif. Pelemahan tersebut dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat serta eskalasi isu geopolitik.
Dari sisi kebijakan moneter, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan akan mempertahankan Kevin Hassett sebagai penasihat ekonomi, alih-alih mendorongnya menjadi Ketua Federal Reserve berikutnya. Kondisi ini memperbesar peluang Kevin Warsh menjadi kandidat terdepan untuk menggantikan Jerome Powell, sebuah dinamika yang dinilai pasar berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga ke depan.
Sentimen negatif juga datang dari rencana kebijakan perdagangan AS. Trump disebut akan memberlakukan tarif terhadap delapan negara anggota NATO hingga tercapai kesepakatan pembelian Greenland. Tarif tersebut dipatok sebesar 10% mulai 1 Februari 2026 dan meningkat menjadi 25% mulai 1 Juni 2026.
“Ketidakpastian terkait The Fed dan perkembangan geopolitik masih menjadi faktor penekan utama sentimen global,” tulis Phintraco Sekuritas.
Di sisi lain, perdagangan saham di Wall Street pada awal pekan ini tutup seiring libur Martin Luther King Jr. Day. Namun, fokus investor global akan kembali tertuju pada lanjutan musim rilis kinerja keuangan emiten serta sejumlah data ekonomi penting AS, seperti PCE Prices dan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III-2025. Data PMI dari kawasan Euro, Inggris, dan Jepang juga akan menjadi perhatian pasar.
Dari Asia, pelaku pasar mencermati rilis data PDB kuartal IV-2025 China serta keputusan kebijakan moneter Bank of Japan. Selain itu, kesepakatan dagang antara China dan Kanada yang mencakup penurunan tarif untuk sejumlah produk mulai 1 Maret 2026 dinilai berpotensi memberikan sentimen positif bagi perdagangan regional.
Sementara dari dalam negeri, Phintraco menilai perhatian investor akan tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 20–21 Januari 2026. BI diperkirakan akan mempertahankan BI Rate di level 4,75%, seiring nilai tukar rupiah yang masih berada di bawah tekanan.
Selain itu, data pertumbuhan kredit perbankan bulan Desember 2025 juga akan dirilis. Pertumbuhan kredit diproyeksikan melambat menjadi 7,6% secara tahunan (YoY) dibandingkan 7,74% YoY pada bulan sebelumnya, mencerminkan kehati-hatian sektor perbankan di tengah dinamika ekonomi global.
Meski demikian, secara teknikal IHSG dinilai masih memiliki ruang penguatan. Indikator MACD dan Stochastic RSI menunjukkan sinyal positif yang mendukung berlanjutnya tren naik.
“Dengan dukungan indikator teknikal tersebut, IHSG berpeluang menguji area 9.100 hingga 9.200 pada pekan ini,” ujar Phintraco Sekuritas.
Seiring dengan prospek tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan enam saham pilihan yang dinilai berpotensi memberikan imbal hasil menarik, yakni BFI Finance Indonesia (BFIN), Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT), CDIA, Mitra Adiperkasa (MAPI), Telkom Indonesia (TLKM), dan Sido Muncul (SIDO).
Rekomendasi tersebut mencerminkan kombinasi saham sektor keuangan, telekomunikasi, konsumsi, dan ritel yang dinilai relatif defensif sekaligus memiliki peluang pertumbuhan di tengah volatilitas pasar.

