Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak pada rentang 6.900–7.150 pada perdagangan Selasa (17/3/2026).
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 1,61% ke level 7.022,2 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Analis dari Phintraco Sekuritas menilai pergerakan indeks masih dipengaruhi sejumlah sentimen global dan domestik.
Kekhawatiran terhadap kenaikan harga minyak mentah, potensi inflasi global, pelebaran defisit APBN, hingga pelemahan nilai tukar rupiah menjadi faktor yang menekan pasar saham. Selain itu, investor juga cenderung bersikap hati-hati menjelang libur panjang.
“Secara teknikal IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 6.900–7.150,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa (17/3/2026).
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia kembali menguat mendekati US$100 per barel di tengah meningkatnya tensi geopolitik. Sementara itu, investor juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%.
Dalam kondisi pasar saat ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk trading, antara lain Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), Surya Citra Media (SCMA), Mayora Indah (MYOR), Medco Energi Internasional (MEDC), dan ESSA Industries Indonesia (ESSA).

