Jakarta (tutur.co.id) — Otoritas Jasa Keuangan merespons pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terkoreksi hampir 2% pada perdagangan Rabu (13/5/2026), di tengah sentimen negatif hasil rebalancing indeks MSCI Inc..
Pada perdagangan intraday, IHSG sempat menyentuh level terendah 6.726 dan tertinggi 6.787. Indeks dibuka melemah ke level 6.763 pada pukul 09.00 WIB dan terus bergerak di zona merah hingga penutupan sesi I di level 6.734 atau turun 1,81%.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menilai pelemahan tersebut masih berada dalam batas koreksi yang wajar dan belum menunjukkan gejala kepanikan pasar.
“Hari ini kalau kita cermati tadi sampai pukul 10.00 WIB, terkonfirmasi ada penurunan indeks, tapi dengan tingkat aktivitas yang kami nilai masih dalam batasan wajar. Jadi, masih dalam batasan koreksi rentang yang wajar,” ujar Hasan dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Menurut Hasan, tekanan terhadap IHSG salah satunya dipicu hasil review indeks MSCI Mei 2026 yang mengeluarkan sejumlah emiten besar Indonesia dari MSCI Global Standard Index maupun MSCI Global Small Cap Index.
Meski demikian, OJK mencermati saham-saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI tidak mengalami auto rejection bawah (ARB) atau tekanan jual ekstrem hingga batas penurunan maksimal harian.
Dalam MSCI Global Standard Index, saham yang dikeluarkan antara lain:
PT Amman Mineral Internasional Tbk
PT Chandra Asri Pacific Tbk
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk
PT Barito Renewables Energy Tbk
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
Sementara dari MSCI Global Small Cap Index, saham yang dikeluarkan meliputi:
PT Aneka Tambang Tbk
PT Astra Agro Lestari Tbk
PT Bank Aladin Syariah Tbk
PT Bumi Serpong Damai Tbk
PT Dharma Satya Nusantara Tbk
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk
PT Midi Utama Indonesia Tbk
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk
PT MNC Digital Entertainment Tbk
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk
PT Pacific Strategic Financial Tbk
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk
PT Triputra Agro Persada Tbk
Hasan menambahkan, aktivitas perdagangan di pasar modal Indonesia masih tergolong stabil. Frekuensi, volume, maupun nilai transaksi dinilai masih berada dalam kisaran normal dibandingkan hari perdagangan sebelumnya.
“Ini juga menunjukkan tidak adanya upaya panic selling atau reaksi satu arah berupa arus menjual saham-saham tanpa diimbangi kekuatan pembelian,” ujarnya.

