Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK Setelah Sempat jadi Buronan
  • Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar AS, IHSG dan Pasar Keuangan Kian Tertekan
  • Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Bantah Fiskal Jadi Biang Kerok
  • IHSG Menuju Area 5.755, Tekanan Rupiah dan Arus Dana Asing Bayangi Pasar
  • Prabowo Peringatkan SPPG: Program MBG Jangan Jadi Ajang Memperkaya Diri
  • Lokasi Layanan Samsat Keliling 4 Juni 2026
  • Lokasi Layanan SIM Keliling 4 Juni 2026
  • IHSG Ambrol 4%, FTSE dan MSCI Jadi Ujian Berikutnya bagi Kredibilitas Pasar Indonesia
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»IHSG Menuju Area 5.755, Tekanan Rupiah dan Arus Dana Asing Bayangi Pasar

IHSG Menuju Area 5.755, Tekanan Rupiah dan Arus Dana Asing Bayangi Pasar

Market Gusti Tetiro04 Juni 2026 / 08:33 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Para investor pasar modal sedang berdiskusi tentang pilihan saham hari ini (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memasuki fase yang semakin menantang setelah ditutup anjlok 4,11% ke level 5.941,07 pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Tekanan terhadap pasar saham domestik tidak hanya datang dari aksi jual investor asing, tetapi juga dipicu pelemahan rupiah, lonjakan harga minyak dunia, hingga meningkatnya ketidakpastian kebijakan yang menjadi perhatian pelaku pasar.

Laporan Stockbit mencatat penutupan IHSG tersebut menjadi yang terendah sejak Mei 2021. Secara year-to-date (YTD), IHSG telah merosot sekitar 31,3%, menjadikannya salah satu indeks saham dengan kinerja terburuk di dunia berdasarkan pemantauan Bloomberg terhadap lebih dari 90 indeks global.

Tekanan terbesar terhadap indeks berasal dari saham-saham berkapitalisasi besar, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang turun 5,15%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 4,61%, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) anjlok 14,91%, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun 3,39%, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 2,88%.

Secara sektoral, tekanan paling dalam terjadi pada sektor basic materials yang merosot 9,05% dan sektor energi yang melemah 5,61%. Investor asing juga kembali mencatatkan aksi jual bersih (net foreign outflow) sebesar Rp993,3 miliar.

Di pasar valuta asing, tekanan terhadap aset domestik turut tercermin dari pelemahan rupiah. Mata uang Garuda ditutup melemah 0,63% ke level Rp17.950 per dolar AS, sekaligus mencetak rekor terendah sepanjang sejarah (all-time low). Sejak awal tahun, rupiah telah terdepresiasi sekitar 7,5% dan menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia.

 

Harga Minyak dan Surplus Dagang Jadi Sorotan

Sentimen negatif semakin diperkuat oleh kenaikan harga minyak dunia yang kembali mendekati level psikologis US$100 per barel. Harga minyak Brent tercatat berada di kisaran US$98,9 per barel pada Rabu sore, dipicu ketidakpastian terkait hubungan Amerika Serikat-Iran serta potensi gangguan distribusi energi melalui Selat Hormuz.

Baca Juga  Kapal Patroli TNI AL Mulai Gunakan Bahan Bakar B50, Hemat BBM

Bagi Indonesia yang masih berstatus net importir minyak, kenaikan harga energi global berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan sekaligus menambah tekanan terhadap fiskal dan nilai tukar.

Pada saat yang sama, pasar juga merespons negatif menyusutnya surplus neraca perdagangan Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus perdagangan April 2026 hanya mencapai US$90 juta, turun tajam dari US$3,32 miliar pada Maret 2026 dan jauh di bawah ekspektasi konsensus Bloomberg sebesar US$1,35 miliar.

Sementara itu, inflasi tahunan Mei 2026 tercatat mencapai 3,08%, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,42% dan sedikit melampaui ekspektasi pasar sebesar 2,98%.

Kombinasi pelemahan rupiah dan kenaikan inflasi tersebut meningkatkan spekulasi bahwa Bank Indonesia berpotensi kembali menaikkan suku bunga acuannya dalam beberapa bulan mendatang.

Berdasarkan konsensus Bloomberg, suku bunga BI Rate diperkirakan berada di level 5,5% pada akhir 2026, atau naik 25 basis poin dibandingkan posisi saat ini.

 

Kebijakan Komoditas Masih Jadi Overhang

Selain faktor makroekonomi, investor juga masih mencermati ketidakpastian implementasi kebijakan ekspor komoditas melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) serta kewajiban penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA).

Reuters melaporkan sejumlah pelaku usaha mendesak pemerintah segera menerbitkan aturan teknis yang lebih rinci. Di sisi lain, asosiasi perdagangan batu bara China (CCTD) menyebut beberapa importir mulai menunda pengiriman batu bara dari Indonesia karena ketidakjelasan mekanisme perdagangan dalam sistem baru tersebut.

Analis CCTD, Ma Yanxu, menilai kebijakan sentralisasi ekspor telah memperlambat proses transaksi, meningkatkan harga, dan memperketat pasokan.

Menurut Stockbit, dua faktor utama yang perlu dipantau investor saat ini adalah kejelasan kebijakan sektor komoditas dan hasil MSCI Market Accessibility Review yang dijadwalkan diumumkan pada Juni 2026.

Baca Juga  Sir Alex Ferguson Dilarikan ke Rumah Sakit Jelang MU vs Liverpool

 

MNC Sekuritas: IHSG Berpotensi Uji Area 5.755

Di tengah tekanan tersebut, Tim Riset MNC Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam fase koreksi teknikal dan berpotensi melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek.

Secara teknikal, posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [v] dari wave A dalam struktur wave (2).

“Cermati area koreksi berikutnya di 5.755–5.814, sedangkan area penguatan terdekat berada pada kisaran 5.958–5.984,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.

MNC Sekuritas memperkirakan level support IHSG berada pada area 5.899 dan 5.755. Adapun level resistance berada di kisaran 6.111 hingga 6.286.

Dalam kondisi pasar yang masih volatil, MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness pada saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Sementara itu, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) direkomendasikan untuk strategi trading buy seiring peluang rebound teknikal yang dinilai masih terbuka.

Analis menilai disiplin manajemen risiko tetap menjadi faktor utama dalam menghadapi kondisi pasar saat ini, terutama selama tekanan terhadap rupiah, arus keluar dana asing, dan ketidakpastian kebijakan masih membayangi sentimen investor.

headline IHSG MNC Sekuritas Rupiah Saham Pilihan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePrabowo Peringatkan SPPG: Program MBG Jangan Jadi Ajang Memperkaya Diri
Next Article Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Bantah Fiskal Jadi Biang Kerok

Berita Lainnya

Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK Setelah Sempat jadi Buronan

04 Juni 2026 / 09:30 WIB

Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar AS, IHSG dan Pasar Keuangan Kian Tertekan

04 Juni 2026 / 09:22 WIB

Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Bantah Fiskal Jadi Biang Kerok

04 Juni 2026 / 08:59 WIB

Prabowo Peringatkan SPPG: Program MBG Jangan Jadi Ajang Memperkaya Diri

04 Juni 2026 / 08:00 WIB

IHSG Ambrol 4%, FTSE dan MSCI Jadi Ujian Berikutnya bagi Kredibilitas Pasar Indonesia

04 Juni 2026 / 07:30 WIB

Prabowo: Berat Copot Pejabat BGN, Tapi Kepentingan Rakyat Harus Diutamakan

04 Juni 2026 / 07:00 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Tekanan Jual Belum Usai, IHSG Berpotensi Uji 7.000-an Hari Ini

Gusti Tetiro28 April 2026 / 08:35 WIB

Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK Setelah Sempat jadi Buronan

04 Juni 2026 / 09:30 WIB

Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar AS, IHSG dan Pasar Keuangan Kian Tertekan

04 Juni 2026 / 09:22 WIB

Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Bantah Fiskal Jadi Biang Kerok

04 Juni 2026 / 08:59 WIB

IHSG Menuju Area 5.755, Tekanan Rupiah dan Arus Dana Asing Bayangi Pasar

04 Juni 2026 / 08:33 WIB

Prabowo Peringatkan SPPG: Program MBG Jangan Jadi Ajang Memperkaya Diri

04 Juni 2026 / 08:00 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.