Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan pada perdagangan perdana usai libur panjang Lebaran, Rabu (25/3/2026). IHSG ditutup melonjak 2,75% ke level 7.302, menunjukkan kembalinya minat beli investor di pasar domestik.
Penguatan ini ditopang oleh lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip), tercermin dari indeks LQ45 yang ikut naik lebih dari 3%. Hampir seluruh sektor mencatat kinerja positif, dengan sektor energi dan industri menjadi motor utama penguatan.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menilai sentimen eksternal turut berkontribusi terhadap reli pasar. Salah satunya adalah keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menunda rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran.
“Hal ini seiring dengan pembicaraan produktif dan mendorong spekulasi pada peluang kesepakatan,” ujar Audi.
Dari sisi teknikal, penguatan IHSG juga didukung oleh meningkatnya volume transaksi dan aksi beli investor. Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai puluhan triliun rupiah dengan dominasi saham perbankan seperti BBCA, BMRI, dan BBRI sebagai penggerak utama.
Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan bahwa reli ini belum sepenuhnya solid. MNC Sekuritas menilai posisi IHSG saat ini masih berada dalam fase lanjutan tren naik, namun tetap menyimpan risiko koreksi dalam jangka pendek.
IHSG diperkirakan berpotensi menguji area support di kisaran 6.745–6.887 apabila tekanan muncul, sementara skenario optimistis membuka peluang penguatan lanjutan menuju level 7.450–7.779.
Secara historis, pasar saham Indonesia memang cenderung mengalami rebound setelah periode libur panjang, seiring kembalinya aliran dana investor ke pasar. Namun, volatilitas global—terutama terkait geopolitik dan arah suku bunga—tetap menjadi faktor yang perlu dicermati pelaku pasar.
Untuk perdagangan jangka pendek, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham seperti BKSL, ENRG, INCO, dan SRTG sebagai opsi trading.
Dengan kombinasi sentimen positif domestik dan meredanya ketegangan global sementara, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan. Namun, investor tetap disarankan menjaga disiplin manajemen risiko di tengah dinamika pasar yang masih fluktuatif.

