Jakarta (tutur.co.id) — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Rabu (29/4/2026), dengan potensi menguji area krusial di kisaran 6.983–7.009. Meski demikian, peluang rebound jangka pendek tetap terbuka seiring mulai terbatasnya tekanan jual.
IHSG sebelumnya ditutup melemah 0,48% ke level 7.072, melanjutkan tren koreksi dengan volume transaksi yang relatif mengecil. Kondisi ini mencerminkan tekanan jual yang masih dominan, namun mulai kehilangan momentum.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai posisi IHSG saat ini berada di fase akhir koreksi. “Koreksi IHSG akan cenderung terbatas menguji 6.983–7.009 dan berpeluang menguat dalam jangka pendek untuk menguji 7.109–7.270,” ujarnya.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dengan level support di 7.022 dan 6.917, serta resistance di 7.313 hingga 7.484. Senada, PT Pilarmas Investindo Sekuritas melihat pelemahan yang terjadi relatif terbatas dengan rentang pergerakan 7.000–7.325.
Di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif, sejumlah saham dinilai berpotensi menjadi peluang trading. Pilarmas merekomendasikan saham BUMI, CDIA, dan ELSA. Sementara MNC Sekuritas menyoroti saham BRIS, EMAS, INET, dan TLKM sebagai pilihan menarik.
Secara teknikal, saham BRIS dinilai menarik untuk buy on weakness di kisaran 1.670–1.765 dengan target 1.830–1.925. Saham EMAS juga direkomendasikan di rentang 8.675–9.475 dengan target hingga 10.775.
Untuk saham INET, area beli berada di 290–304 dengan target 346–402. Sementara TLKM dapat dicermati di kisaran 2.640–2.750 dengan target 2.960–3.160.
Dengan tekanan global yang masih membayangi dan pergerakan teknikal yang belum sepenuhnya pulih, pelaku pasar disarankan tetap selektif dan disiplin dalam menerapkan manajemen risiko.

