Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Industri»Kadin dan Mantan Menperin Soroti Tekanan Ekspor dan Biaya Energi Setelah Ekspansi Industri Melambat

Kadin dan Mantan Menperin Soroti Tekanan Ekspor dan Biaya Energi Setelah Ekspansi Industri Melambat

Industri Gusti Tetiro01 April 2026 / 17:08 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian Saleh Husin (Foto: Tutur/Gusti Tetiro)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Penurunan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Maret 2026 memicu kekhawatiran pelaku industri. Indeks tercatat turun tajam ke level 50,1 dari 53,8 pada Februari, mendekati ambang batas stagnasi.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Perindustrian, Saleh Husin, menilai pelemahan tersebut dipicu kombinasi tekanan permintaan dan kenaikan biaya produksi di tengah ketidakpastian global.

“Kombinasi demand shock dan cost pressure ini membuat laju ekspansi industri melambat signifikan, mendekati batas stagnasi (level 50),” ujar Saleh Husin yang juga merupakan Mantan Menteri Perindustrian itu dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).

Menurut Saleh, pelemahan permintaan terutama berasal dari penurunan pesanan ekspor baru. Di saat yang sama, industri juga menghadapi tekanan biaya akibat kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasok global.

Meski demikian, ia memperkirakan PMI manufaktur masih akan bertahan di zona ekspansi, meskipun sangat tipis dan rentan terhadap dinamika eksternal.

“PMI masih berpotensi bertahan di zona ekspansi tipis, namun sangat rentan terhadap tekanan eksternal,” katanya.

Ia mengingatkan, pelemahan ekspor berpotensi berdampak langsung pada sektor padat karya. Penurunan utilisasi kapasitas produksi, tergerusnya margin, hingga potensi penyesuaian tenaga kerja menjadi risiko yang perlu diantisipasi.

Karena itu, arah pergerakan PMI ke depan sangat bergantung pada pemulihan permintaan global, stabilitas harga energi, serta efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga daya saing industri nasional.

Data Maret 2026 ini juga menjadi level terendah dalam delapan bulan terakhir atau sejak Juli 2025. Tekanan tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari kondisi global yang memburuk.

Ekonom S&P Global Market Intelligence, Usamah Bhatti, menyebut penurunan PMI dipicu melemahnya permintaan serta gangguan pasokan bahan baku, yang sebagian besar berkaitan dengan konflik geopolitik di Timur Tengah.

Baca Juga  OJK Kebut Reformasi Pasar Modal, Naikkan Free Float dan Perketat Transparansi Demi Investor

“Menurut laporan anggota panel, salah satu faktor utama di balik penurunan pada akhir triwulan pertama adalah pecahnya perang di Timur Tengah,” ujarnya.

Survei juga menunjukkan bahwa volume output dan pesanan baru kembali mengalami kontraksi setelah sempat tumbuh pada bulan sebelumnya.

Situasi ini menegaskan bahwa sektor manufaktur Indonesia masih berada dalam tekanan global, meski tetap mampu bertahan di zona ekspansi. Namun tanpa perbaikan pada sisi permintaan global dan stabilitas biaya, ruang ekspansi industri diperkirakan tetap terbatas dalam jangka pendek.

biaya produksi ekspor industri headline Kadin PMI manufaktur Indonesia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDPR Desak Kementerian ESDM Perketat Kriteria Penerima BBM Bersubsidi
Next Article Poin Penting Pertemuan Prabowo dengan Presiden Korsel

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

UEA Siap Terlibat Langsung Bersama AS Lawan Iran Buka Selat Hormuz

Deba Salamah02 April 2026 / 07:00 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.