Jakarta (tutur.co.id) – Phintraco Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak konsolidatif pada perdagangan pekan ini. IHSG diperkirakan berada di rentang support 8.150, pivot 8.400, dan resistance 8.600.
Dalam riset terbarunya yang dirilis Senin (2/2/2026), Phintraco Sekuritas juga merekomendasikan enam saham potensial untuk berburu cuan, yakni PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).
Phintraco menjelaskan, pergerakan IHSG masih dipengaruhi sentimen global. Indeks-indeks saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (30/1/2026), seiring koreksi saham sektor teknologi. Di sisi lain, pencalonan Kevin Warsh sebagai kandidat Chairman The Federal Reserve oleh Presiden AS Donald Trump justru mendapat respons positif dari pelaku pasar.
“Dolar AS menguat dan yield US Treasury relatif stabil. Namun harga emas dan perak melemah tajam akibat kekhawatiran terhadap independensi bank sentral serta aksi profit taking,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Fokus Data Global dan Domestik
Pada pekan ini, investor global akan mencermati sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, antara lain data tenaga kerja serta indeks PMI. Selain itu, pasar juga menantikan kelanjutan musim laporan keuangan (earning season) saham sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Dari kawasan Eropa, perhatian investor tertuju pada keputusan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BoE) yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.
Sementara dari dalam negeri, Phintraco mencatat sederet data ekonomi strategis yang akan dirilis, mulai dari PMI Manufacturing, neraca perdagangan, dan inflasi pada 2 Februari 2026. Selanjutnya, data pertumbuhan ekonomi kuartalan akan diumumkan pada 5 Februari, disusul cadangan devisa serta indeks harga properti pada 6 Februari 2026.
Gejolak Pasar Modal Indonesia
Phintraco Sekuritas juga menyoroti gejolak pasar modal Indonesia pasca mundurnya sejumlah pejabat otoritas. Investor disebut masih mencermati dampak lanjutan dari dinamika tersebut terhadap kepercayaan pasar.
Namun, langkah cepat pemerintah dengan menunjuk pejabat sementara di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), serta pernyataan resmi untuk menjaga stabilitas pasar, diharapkan mampu meredakan kekhawatiran investor.
“Hal tersebut diharapkan dapat mengurangi ketidakpastian. Selanjutnya investor akan menantikan implementasi kebijakan yang telah dicanangkan,” tulis Phintraco.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak sideways di kisaran 8.150–8.600 sepanjang pekan ini. “Apabila IHSG mampu bertahan dan menembus level 8.600, maka terdapat peluang untuk melanjutkan rebound,” pungkas Phintraco Sekuritas.

