Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak konsolidatif pada awal pekan perdagangan, Senin (26/1/2026), dengan rentang pergerakan di kisaran 8.850–9.050 sebelum menentukan arah selanjutnya.
Analis menempatkan level resistance IHSG di area 9.050, sementara support berada di 8.850 dengan titik pivot di 8.950. Pada perdagangan Jumat (23/1/2026), IHSG ditutup melemah 0,46% ke level 8.951.
Pelemahan IHSG antara lain dipicu oleh sikap wait and see pelaku pasar terhadap rencana penerapan metodologi Morgan Stanley Capital International (MSCI) dalam penghitungan free float saham di Indonesia. Kebijakan tersebut dikhawatirkan berpotensi memicu tekanan jual, khususnya dari investor asing, pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Dari sisi teknikal, tekanan jual tersebut mendorong indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) IHSG membentuk pola death cross. Sementara itu, Stochastic RSI bergerak menuju area jenuh jual (oversold). IHSG juga tercatat ditutup di bawah MA5, meski masih bertahan di atas MA20 dan MA50 setelah sempat menembus MA20 secara intraday.
“IHSG diperkirakan bakal berkonsolidasi pada kisaran 8.850–9.050 sebelum menentukan arah selanjutnya. Apabila mampu ditutup di atas level 9.050, IHSG berpotensi melanjutkan rebound,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Minggu (25/1/2026).
Dari eksternal, sentimen regional cenderung positif. Mayoritas indeks saham Asia ditutup menguat pada Jumat (23/1/2026) seiring keputusan Bank of Japan (BoJ) yang mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,75%.
HSBC memproyeksikan BoJ akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Juli 2026. Namun, jika pelemahan Yen Jepang berlanjut, ruang pengetatan moneter diperkirakan bisa dilakukan lebih cepat. Bank sentral Jepang juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 0,9% untuk tahun fiskal 2025 dan 1% pada tahun fiskal 2026, dari proyeksi sebelumnya masing-masing 0,7%.
Rekomendasi Saham
Sejalan dengan kondisi pasar yang cenderung konsolidatif, KB Valbury Sekuritas merekomendasikan strategi trading buy pada sejumlah saham pilihan untuk perdagangan Senin (26/1/2026), di antaranya PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) hingga PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM).
PTBA direkomendasikan trading buy dengan target harga 2.600, area beli di 2.510–2.560, dan stop loss di 2.420. Sementara itu, PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) ditargetkan ke level 3.850 dengan area akumulasi di 3.700–3.770.
Untuk saham energi dan tambang, ADRO ditargetkan menuju 2.450 dengan support 2.310, sedangkan INCO diproyeksikan menguat hingga 6.950 dengan area beli di kisaran 6.475–6.775. Di sektor bahan bangunan, SMGR direkomendasikan trading buy dengan target 2.810.
Adapun ANTM diproyeksikan bergerak menuju level 4.380 dengan area masuk di 4.230–4.290 dan stop loss di 4.080.
Dengan potensi konsolidasi IHSG, pelaku pasar disarankan tetap selektif dan disiplin menerapkan manajemen risiko, sembari mencermati peluang teknikal pada saham-saham berfundamental solid.

