Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan hingga menembus level 7.200 pada perdagangan Kamis (7/5/2026). Di tengah sentimen positif dari kebijakan pemerintah dan prospek stabilisasi rupiah, saham apa saja yang dinilai paling menarik untuk dikoleksi investor?
Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang resistance 7.200, pivot 7.100, dan support 7.000. Optimisme tersebut muncul setelah IHSG ditutup menguat 0,5% ke level 7.092,46 pada perdagangan sebelumnya.
Secara teknikal, pergerakan indeks dinilai semakin solid. IHSG berhasil ditutup di atas MA5, disertai penyempitan histogram negatif MACD dan Stochastic RSI yang bergerak naik dari area oversold. Kondisi ini membuka peluang lanjutan penguatan menuju area 7.150 hingga 7.200.
Sentimen pasar juga ditopang sejumlah kebijakan strategis pemerintah. Salah satunya rencana penerbitan Panda Bonds di China untuk memperluas sumber pembiayaan internasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Langkah ini dinilai berpotensi memperkuat stabilitas rupiah dan menekan biaya pendanaan.
Selain itu, revisi aturan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang mulai berlaku 1 Juni 2026 turut menjadi perhatian pasar. Kebijakan tersebut mewajibkan eksportir menempatkan dana hasil ekspor di bank Himbara dan mengonversi maksimal 50% ke rupiah.
Di sisi lain, pemerintah juga bersiap menggulirkan subsidi kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) dengan kuota awal 100 ribu unit. Kebijakan ini diperkirakan mampu mendorong daya beli masyarakat sekaligus menekan konsumsi BBM nasional.
Seiring kombinasi sentimen teknikal dan fundamental tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang dinilai berpotensi melejit, yakni HRTA, PSAB, OASA, TOBA, dan ESSA.

