Jakarta (tutur.co.id) — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Selasa (31/3/2026), di tengah kombinasi sentimen global dan domestik yang belum kondusif.
Dalam risetnya, CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG bergerak melemah terbatas dengan kisaran support 6.986–6.880 dan resistance 7.205–7.315.
Tekanan terhadap indeks terutama berasal dari pelemahan mayoritas indeks utama di Wall Street serta aksi net sell investor asing yang masih berlanjut. Di sisi lain, pelaku pasar juga cenderung mengambil posisi wait and see sambil menanti pengumuman paket kebijakan pemerintah terkait mitigasi risiko global.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah tipis 0,08% ke level 7.091,6. Sentimen global turut memengaruhi arah pasar, termasuk pergerakan bursa saham Amerika Serikat yang ditutup bervariasi dengan kecenderungan melemah.
Indeks seperti S&P 500 dan Nasdaq tertekan oleh lonjakan harga minyak mentah yang berkelanjutan. Kondisi ini juga memicu lonjakan CBOE Volatility Index (VIX) yang sempat menembus level 30—mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar.
Dari sisi kebijakan moneter, Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan bahwa ekspektasi inflasi masih bertahan dalam jangka pendek, meskipun harga energi terus meningkat. Pernyataan ini direspons pasar dengan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke level 4,35%.
Sementara itu, sentimen geopolitik juga kembali memanas setelah pernyataan Donald Trump yang membuka peluang negosiasi damai dengan Iran, namun di saat yang sama mengancam tindakan tegas jika Selat Hormuz tidak segera dibuka.
Di kawasan Asia, pasar saham juga dibuka melemah seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap harga energi global.
Dalam kondisi tersebut, sejumlah sekuritas merekomendasikan saham pilihan untuk strategi jangka pendek. CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham PT Indika Energy Tbk, PT Medco Energi Internasional Tbk, PT Harum Energy Tbk, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk, PT Astra International Tbk, dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.
Sementara itu, Mandiri Sekuritas merekomendasikan saham seperti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk, PT AKR Corporindo Tbk, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk dengan strategi buy dan target harga jangka pendek.
Dari sisi lain, BNI Sekuritas memberikan rekomendasi seperti PT Vale Indonesia Tbk, PT Energi Mega Persada Tbk, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk, PT Raharja Energi Cepu Tbk, PT Rukun Raharja Tbk, dan PT Buana Lintas Lautan Tbk.
Adapun MNC Sekuritas merekomendasikan saham PT Aneka Gas Industri Tbk, PT ESSA Industries Indonesia Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Telkom Indonesia Tbk.
Dengan berbagai sentimen yang masih bercampur, IHSG diperkirakan bergerak defensif dalam jangka pendek. Investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham serta mencermati perkembangan kebijakan pemerintah dan dinamika global.

