Teheran (Tutur.co.id) – Angkatan Darat Iran mengklaim telah melancarkan serangan drone yang menyasar fasilitas militer Amerika Serikat di wilayah Uni Emirat Arab, dalam perkembangan terbaru eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui media pemerintah Iran, termasuk Press TV, yang mengutip keterangan resmi militer Iran pada Senin (30/3/2026). Dalam laporan itu disebutkan, serangan dilakukan pada malam hari dengan menggunakan drone yang menargetkan stasiun radar milik Amerika Serikat.
Fasilitas radar tersebut diklaim berfungsi untuk mendeteksi serta melacak rudal dan drone milik Iran. Selain itu, militer Iran juga menyebut bahwa target serangan mencakup lokasi yang digunakan sebagai titik penempatan pasukan Amerika Serikat di Uni Emirat Arab.
Sejumlah media lain turut mengutip laporan tersebut dan menyebut serangan ini sebagai bagian dari rangkaian eskalasi konflik yang terus meningkat di kawasan Teluk.
Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat maupun Uni Emirat Arab terkait klaim tersebut. Informasi independen mengenai dampak maupun tingkat kerusakan akibat serangan juga belum tersedia.
Uni Emirat Arab sendiri dalam beberapa waktu terakhir diketahui beberapa kali menjadi sasaran serangan rudal dan drone, seiring meningkatnya ketegangan regional sejak awal 2026.
Serangan terhadap fasilitas radar dan lokasi militer ini disebut sebagai bagian dari upaya Iran untuk menargetkan infrastruktur pertahanan strategis di kawasan Teluk.

