Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak konsolidasi pada pekan depan di kisaran 8.200–8.350. Untuk perdagangan Senin (23/2/2026), pelaku pasar dapat mencermati enam saham potensial cuan, mulai dari ANTM hingga BBRI.
Pada penutupan Jumat (20/2/2026), IHSG melemah tipis 0,03% ke level 8.271,7. Tekanan datang dari pelemahan bursa Asia akibat memanasnya tensi AS–Iran, sementara sentimen domestik relatif minim. Di sisi lain, rupiah di pasar spot ditutup menguat tipis ke Rp16.888 per dolar AS.
Analis Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan resistance di 8.350 dan support di 8.200, serta pivot di 8.300.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih akan bergerak konsolidasi di kisaran level 8.200–8.350 pada pekan depan,” tulis Phintraco dalam risetnya.
Dari sentimen domestik, investor akan mencermati rilis data Money Supply (M2) pada 23 Februari, kelanjutan musim laporan keuangan 4Q25, serta potensi pembagian dividen tahun buku 2025. Selain itu, pelebaran defisit neraca transaksi berjalan menjadi US$2,54 miliar (0,7% PDB) pada 4Q25 turut menjadi perhatian.
6 Saham Rekomendasi: ANTM hingga BBRI
Sementara itu, KB Valbury Sekuritas merekomendasikan enam saham berikut untuk strategi trading jangka pendek:
1. Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Trading buy
Entry: 4.150–4.220
Target: 4.310
Support: 4.150
Stop loss: 3.990
2. Semen Indonesia Tbk (SMGR)
Trading buy
Entry: 2.920–3.070
Target: 3.160
Support: 2.920
Stop loss: 2.680
3. Bukit Asam Tbk (PTBA)
Trading buy
Entry: 2.600–2.620
Target: 2.690
Support: 2.600
Stop loss: 2.510
4. Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
Trading buy
Entry: 1.685–1.730
Target: 1.800
Support: 1.685
Stop loss: 1.570
5. Bank Mandiri Tbk (BMRI)
Buy on weakness
Entry: 5.050–5.125
Target: 5.175
Support: 5.050
Stop loss: 4.930
6. Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
Trading buy
Entry: 3.790–3.840
Target: 3.880
Support: 3.790
Stop loss: 3.700
Dengan volatilitas global yang masih tinggi dan minim katalis domestik baru, strategi selektif dan disiplin pada level support–resistance menjadi kunci bagi investor dalam memaksimalkan peluang cuan pekan depan.

