Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Yield SBN 10 Tahun Tertahan di 6,45% Usai Outlook Moody’s Negatif, Pasar Masih Konsolidasi

Yield SBN 10 Tahun Tertahan di 6,45% Usai Outlook Moody’s Negatif, Pasar Masih Konsolidasi

Market Gusti Tetiro23 Februari 2026 / 07:58 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Papan Pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto:Tutur/Yoga)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Pasar Surat Berharga Negara (SBN) memasuki pekan keempat Februari 2026 dalam tekanan volatilitas tinggi. Keputusan Moody’s Ratings mengubah outlook kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif memicu peningkatan persepsi risiko, membuat yield SBN tenor 10 tahun tertahan di kisaran 6,38%–6,45%.

Ekonom Center of Reform on Economics Indonesia (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai kondisi tersebut mencerminkan pasar yang masih berada dalam fase konsolidasi di tengah tekanan arus keluar dana asing (outflow) sejak awal tahun.

“Yield yang bergerak stabil tetapi relatif tinggi mencerminkan bahwa pasar belum sepenuhnya pulih dari tekanan outflow. Investor masih mencermati efek perubahan outlook oleh Moody’s dan perkembangan arah suku bunga global, terutama ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve,” ujar Yusuf, Minggu (22/2/2026).

 

Lelang SUN Ditiadakan, Bukan Sinyal Lemahnya Permintaan

Terkait keputusan pemerintah meniadakan lelang Surat Utang Negara (SUN) pekan depan, Yusuf menegaskan langkah itu bukan indikasi melemahnya minat pasar, melainkan bagian dari strategi manajemen pembiayaan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

“Ini bukan isu permintaan yang lemah. Pemerintah memang menerapkan jadwal penerbitan yang fleksibel untuk menjaga keseimbangan pasar, termasuk memberi jeda antara lelang reguler dan penerbitan SBN ritel. Pada lelang terakhir, realisasi penerbitan justru melampaui target indikatif,” ujarnya.

Menurut Yusuf, meskipun situasi pasar belum sepenuhnya kondusif, kondisi ini belum mengancam kesinambungan pembiayaan negara.

 

Peran Investor Domestik dan BI Krusial

Tekanan terhadap SBN dipengaruhi faktor global dan domestik. Suku bunga tinggi di negara maju membuat aset emerging markets kurang kompetitif. Di sisi lain, investor dalam negeri mencermati besarnya utang jatuh tempo serta kebutuhan pembiayaan defisit APBN tahun ini.

Baca Juga  Bikin Sumringah! BBRI Tebar Dividen Interim Rp20,6 Triliun, Sinyal Kuat Stabilitas Kinerja

“Dalam kondisi ini, peran investor domestik dan stabilisasi pasar oleh Bank Indonesia sangat penting untuk mencegah volatilitas yang berlebihan,” kata Yusuf.

Meski permintaan jangka pendek cenderung moderat, ia memproyeksikan total penerbitan SBN pada 2026 tetap meningkat dibandingkan tahun lalu untuk kebutuhan refinancing.

“Jika tekanan global mereda dan suku bunga global mulai turun, yield SBN berpotensi menurun dan permintaan investor akan pulih secara bertahap. Secara fundamental, pasar SBN Indonesia masih memiliki daya tahan,” pungkasnya.

headline Lelang SUN ditiadakan Outlook Moody’s Indonesia negatif Pasar obligasi Indonesia volatil Yield SBN 10 tahun 2026
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIHSG Diprediksi Konsolidasi di 8.200–8.350, Enam Saham Masuk Radar Investor
Next Article Video: Tarif Resiprokal Trump Dibatalkan, Prabowo: Kita Hadapi Segala Kemungkinan

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Prabowo Gelar Ratas di Hambalang, Matangkan Strategi Jelang Pertemuan dengan Donald Trump

Gusti Tetiro16 Februari 2026 / 06:20 WIB

Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk

19 Juli 2026 / 02:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.