Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Cantona Sentil Trump: Pemimpin yang Putuskan Perang Harus Turun ke Medan Tempur

Cantona Sentil Trump: Pemimpin yang Putuskan Perang Harus Turun ke Medan Tempur

Internasional Deba Salamah17 Maret 2026 / 05:30 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Legenda Manchester United, Eric Cantona. (foto: instagram ericcantona)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Paris (Tutur.co.id) – Legenda Manchester United, Eric Cantona, menyampaikan pandangan kritis terkait konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Mantan penyerang timnas Prancis itu mengusulkan gagasan kontroversial bahwa seorang pemimpin negara yang memutuskan untuk berperang seharusnya menjadi orang pertama yang berada di garis depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Cantona saat tampil dalam program televisi “Clique” di saluran Canal+ untuk mempromosikan album terbarunya, Perfect Imperfection. Dalam acara itu, pembicaraan tidak hanya membahas musik, tetapi juga berkembang ke isu-isu politik dan konflik internasional.

Cantona, yang sejak pensiun dari dunia sepak bola dikenal cukup vokal menyampaikan pandangan politik, menyoroti konflik terbaru di Timur Tengah setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menyusul tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Dalam diskusi tersebut, Cantona mengemukakan gagasan tentang perlunya aturan internasional yang dapat menahan para pemimpin dunia untuk tidak mudah mengambil keputusan perang.

“Harus ada hukum internasional yang menyatakan bahwa jika seorang presiden memutuskan untuk berperang, dia harus menjadi orang pertama yang berada di garis depan, bukan mengirim anak-anak berusia 18 tahun,” ujar Cantona, seperti dikutip dari laporan Le Parisien.

Menurutnya, penerapan aturan semacam itu dapat mengurangi jumlah konflik di dunia. Cantona juga mengkritik para pemimpin politik yang menurutnya membuat keputusan besar dari balik meja tanpa merasakan langsung dampak peperangan.

“Saya pikir akan jauh lebih sedikit perang jika itu diterapkan. Mereka duduk di kantor yang panjangnya 25 meter, lalu mengirim anak-anak berusia 18 tahun menuju kematian mereka,” katanya, sembari menyinggung Presiden AS Donald Trump sebagai salah satu contoh pemimpin yang kerap dikaitkan dengan keputusan militer.

Baca Juga  KPK Periksa Pejabat Bea Cukai Terkait Saksi Suap Impor

Selain menyoroti nasib para tentara muda yang dikirim ke medan perang, Cantona juga menekankan bahwa korban konflik sering kali bukan hanya personel militer, tetapi juga warga sipil yang tidak bersalah.

“Ketika Anda menjadi penindas, Anda mengirim anak-anak berusia 18 tahun dari negara Anda sendiri. Namun di sisi lain sering kali yang menjadi korban adalah anak-anak berusia tiga tahun atau 11 tahun,” ujarnya.

Cantona menilai perang kerap menimbulkan penderitaan luas bagi masyarakat sipil, baik anak-anak maupun warga yang tidak terlibat langsung dalam konflik. Ia menutup pernyataannya dengan sikap tegas mengenai pandangannya terhadap perang.

“Tidak satu pun anak saya akan pergi berperang. Untuk apa? Untuk siapa? ‘Prajurit tak dikenal’ sering kali hanya menjadi simbol untuk mendorong orang lain pergi berperang,” kata Cantona.

Amerika Serikat Donald Trump Eric Cantona headline Manchester United Perang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIHSG Diprediksi Bergerak di Kisaran 6.900–7.150 pada Perdagangan 17 Maret
Next Article Prabowo: Defisit APBN 3 Persen Tak Akan Diubah, Kecuali Krisis Besar

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Pelanggaran HAM di Indonesia Masuk Bahasan Parlemen Eropa, Disamakan Iran dan Afganistan

Toto Pribadi21 Mei 2026 / 19:01 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.