Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak fluktuatif cenderung melemah pada perdagangan Selasa (12/5/2026), di tengah tekanan sentimen global dan aksi jual investor asing yang masih berlanjut.
Technical Analyst PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Axmal Fauza, mengatakan IHSG berpotensi bergerak di kisaran 6.850–7.000.
“IHSG diproyeksikan bergerak fluktuatif di rentang 6.850–7.000 hari ini. Sentimen negatif dari eskalasi geopolitik AS-Iran masih membayangi, namun sinyal oversold membuka peluang technical rebound menjelang rilis evaluasi MSCI,” ujar Axmal di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,92% ke level 6.905,6.
Selain pasar saham, nilai tukar rupiah juga diperkirakan masih berada dalam tekanan. Axmal memproyeksikan rupiah bergerak melemah terbatas pada rentang Rp17.350–Rp17.460 per dolar Amerika Serikat.
Menurut dia, derasnya arus modal keluar (capital outflow) serta meningkatnya tensi geopolitik global membuat pelaku pasar cenderung bersikap defensif sambil menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat.
Dari sisi komoditas, harga minyak mentah diperkirakan melanjutkan kenaikan akibat kekhawatiran gangguan pasokan di tengah memanasnya konflik Amerika Serikat-Iran dan risiko di Selat Hormuz.
Sementara itu, harga emas juga menguat seiring meningkatnya permintaan aset safe haven akibat ketidakpastian geopolitik global.
Harga tembaga turut naik didorong kekhawatiran pasokan serta prospek permintaan yang kuat dari pertumbuhan pusat data kecerdasan buatan (AI) dan aktivitas manufaktur China yang tetap solid.
Dalam kondisi tersebut, PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) untuk dicermati investor.
Saham CBRE direkomendasikan beli dengan target harga Rp1.030–Rp1.055, entry di area Rp975–Rp940, dan stop loss Rp920.
Sementara saham DSNG memiliki target harga Rp1.750–Rp1.820 dengan entry di kisaran Rp1.620–Rp1.585 dan stop loss Rp1.540.
Di sisi lain, MNC Sekuritas menilai IHSG masih didominasi tekanan jual dan sempat menembus level support krusial.
Secara teknikal, posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian wave [v] dari wave A dari wave (2). Dalam skenario terburuk, IHSG berpotensi terkoreksi ke area 6.645–6.838.
Meski demikian, apabila terjadi penguatan, indeks diperkirakan akan menguji area resistance di level 6.972–7.012.
MNC Sekuritas menetapkan level support IHSG berada di 6.838 dan 6.745, sedangkan resistance di 7.069 dan 7.207.
Untuk rekomendasi saham, MNC Sekuritas memilih PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).

