Dallas (Tutur.co.id) – Atmosfer semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Spanyol semakin memanas bahkan sebelum pertandingan dimulai. Perang urat saraf lebih dulu tercipta setelah bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, melontarkan pernyataan penuh percaya diri yang langsung mendapat respons dari kubu Les Bleus.
Lamine Yamal: Prancis yang Seharusnya Takut
Usai membawa Spanyol menyingkirkan Belgia di babak perempat final, Lamine Yamal menegaskan bahwa La Roja tidak memiliki alasan untuk gentar menghadapi Prancis. Pemain berusia 18 tahun itu bahkan mengingatkan bahwa Spanyol selalu keluar sebagai pemenang dalam dua pertemuan terakhir melawan Les Bleus.
“Kami mengalahkan Prancis dalam dua pertemuan terakhir. Jika ada yang harus takut, itu adalah Prancis kepada kami. Kita lihat saja nanti apa yang terjadi, tetapi kami tidak takut,” ujar Yamal.
Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan menjelang duel yang akan digelar di Dallas. Kepercayaan diri Yamal bukan tanpa alasan. Spanyol memang datang dengan modal impresif sebagai juara Eropa sekaligus tim yang tampil konsisten sepanjang Piala Dunia 2026.
Prancis Tidak Terpancing Provokasi
Kubu Prancis memilih merespons komentar Yamal dengan kepala dingin. Bek Ibrahima Konate menegaskan Les Bleus tidak ingin terjebak dalam perang komentar dan lebih memilih fokus mempersiapkan pertandingan.
“Sejujurnya kami tidak terlalu memperhatikan apa yang mereka katakan. Kami tidak perlu takut kepada siapa pun. Kami harus tetap rendah hati dan tidak terjebak dalam provokasi, apalagi di tahap seperti ini,” kata Konate.
Bek yang baru bergabung dengan Real Madrid itu menilai semua ucapan sebelum pertandingan tidak akan berarti ketika laga dimulai.
“Dia boleh mengatakan apa pun yang dia inginkan. Kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin, lalu kita lihat siapa yang keluar sebagai pemenang.”
Senada dengan Konate, bek Crystal Palace Maxence Lacroix mengakui kualitas Spanyol, tetapi menegaskan Prancis memiliki keyakinan penuh untuk meraih kemenangan.
“Saya tidak akan mengatakan kami takut. Kami tahu kualitas yang kami miliki dan kami juga tahu Spanyol memiliki skuad yang sangat bagus serta menjalani turnamen dengan luar biasa. Kami bermain untuk menang dan itulah tujuan kami,” ujar Lacroix.
Les Bleus Incar Final Ketiga Beruntun
Bagi tim asuhan Didier Deschamps, laga ini bukan sekadar perebutan tiket final. Jika berhasil menyingkirkan Spanyol, Prancis akan mencatat sejarah dengan mencapai final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun, setelah tampil di partai puncak pada edisi 2018 dan 2022.
Les Bleus juga datang dengan performa yang sangat meyakinkan. Mereka menjadi satu-satunya semifinalis yang selalu menang dalam enam pertandingan, mencetak 16 gol, hanya kebobolan dua kali, serta belum pernah menjalani babak perpanjangan waktu sepanjang turnamen.
Spanyol Punya Keunggulan Psikologis
Meski demikian, Spanyol memiliki modal psikologis yang tidak bisa diabaikan. Dalam dua pertemuan terakhir melawan Prancis, La Roja selalu berhasil keluar sebagai pemenang.
Kemenangan pertama diraih dengan skor dramatis 5-4 di UEFA Nations League, sebelum kembali menyingkirkan Les Bleus 2-1 pada semifinal Euro 2024. Saat itu Prancis sempat unggul lebih dulu melalui Randal Kolo Muani, tetapi Spanyol membalikkan keadaan berkat gol spektakuler Lamine Yamal dan Dani Olmo sebelum akhirnya keluar sebagai juara Eropa.
Rekor tersebut menjadi suntikan kepercayaan diri bagi skuad Luis de la Fuente. Namun, Prancis menegaskan bahwa catatan masa lalu tidak akan menentukan hasil pertandingan di Piala Dunia.
Duel Penentu Tiket ke Final Piala Dunia 2026
Semifinal Prancis vs Spanyol diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbesar di Piala Dunia 2026. Selain mempertemukan dua kandidat kuat juara, laga ini juga menghadirkan duel dua generasi berbeda yakni pengalaman dan kematangan Les Bleus melawan semangat muda serta permainan atraktif La Roja.
Dengan kualitas skuad yang sama-sama bertabur bintang, duel ini dipastikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga kekuatan mental, kecerdikan taktik, serta siapa yang mampu mengendalikan tekanan di panggung terbesar sepak bola dunia.

