Jakarta (tutur.co.id) — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Jumat (17/4/2026), seiring derasnya aliran dana asing yang kembali masuk ke pasar saham domestik.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup di level 7.654,66 setelah sempat mengalami koreksi teknis di tengah aksi akumulasi investor global. Optimisme pasar kian menguat setelah investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp1,23 triliun pada 16 April 2026.
Aliran modal tersebut terutama mengalir ke sektor perbankan, telekomunikasi, dan pertambangan yang menjadi penopang utama penguatan indeks. Masuknya dana asing ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi domestik di tengah dinamika eksternal.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan memiliki peluang melanjutkan penguatan menuju area resistance 8.332 hingga 8.354, dengan level support kuat di kisaran 8.181 dan resistance psikologis di 8.390.
“IHSG memiliki peluang besar untuk melanjutkan penguatan melihat derasnya aliran modal asing yang masuk ke saham-saham blue chip di sektor perbankan dan pertambangan,” tulis Indo Premier Sekuritas dalam risetnya.
Lonjakan volume transaksi turut memperkuat sinyal awal terjadinya reli lanjutan, meskipun pelaku pasar tetap perlu mengantisipasi fase konsolidasi dalam jangka pendek.
Perhatian investor juga tertuju pada ADRO, seiring berakhirnya periode buyback saham perusahaan pada 16 April 2026. Berakhirnya aksi korporasi tersebut membuka peluang pergerakan harga yang lebih mencerminkan mekanisme pasar.
Selain itu, saham-saham di sektor infrastruktur dan barang konsumsi mulai menunjukkan indikasi akumulasi, sehingga strategi buy on weakness dinilai masih relevan diterapkan pada kondisi pasar saat ini.
Di tengah potensi penguatan, investor tetap diingatkan untuk disiplin dalam manajemen risiko. Penempatan stop loss menjadi krusial, umumnya berada pada kisaran 2% hingga 5% di bawah level support terdekat atau berdasarkan indikator teknikal seperti moving average.
Meski prospek IHSG cenderung positif, pelaku pasar tetap perlu mencermati faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga global dan pergerakan harga komoditas. Fluktuasi harga nikel dan batu bara, misalnya, dapat memengaruhi kinerja saham sektor pertambangan dalam waktu singkat.
Dengan kombinasi sentimen positif dari aliran dana asing dan dinamika global yang masih fluktuatif, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan terbatas. Namun, investor disarankan tetap selektif dalam menentukan strategi, terutama menjelang akhir pekan perdagangan.

