Jakarta (Tutur.co.id) – Bangsa Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Prof Dr Juwono Sudarsono, mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, meninggal dunia pada hari Sabtu, 28 Maret 2026, pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan di usia 84 tahun.
“Innalillahi wa innailaihi rojiun telah meninggal dunia Prof Dr Juwono Sudarsono Mantan Mendikbud dan Menteri Pertahanan, Kabinet Indonesia Bersatu pada Sabtu, 28 Maret 2026 jam 13:45. Di RSPI Pondok Indah, Jakarta,” tulis pesan singkat dari putra mendiang Juwono Sudarsono.
Sosok Sipil Pertama di Pucuk Pertahanan Indonesia
Prof Juwono Sudarsono dikenal sebagai sosok intelektual yang memiliki integritas tinggi. Beliau mencatatkan sejarah sebagai tokoh sipil pertama yang dipercaya menjabat sebagai Menteri Pertahanan di era reformasi, sebuah posisi yang sebelumnya selalu diisi oleh kalangan militer.
Dedikasi beliau dalam memperkuat supremasi sipil dan modernisasi sistem pertahanan nasional menjadi warisan berharga bagi Indonesia.
Selama masa pengabdiannya, beliau dipercaya menjabat di berbagai posisi strategis dalam kabinet diantaranya:
• Menteri Negara Lingkungan Hidup (1998)
• Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1998–1999)
• Menteri Pertahanan di era Presiden Abdurrahman Wahid (1999–2000)
• Duta Besar RI untuk Britania Raya (2003–2004)
• Menteri Pertahanan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004–2009)
Penghormatan Terakhir
Selain kiprahnya di pemerintahan, Prof Juwono adalah seorang akademisi ulung yang pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI). Beliau dihormati sebagai guru besar yang telah melahirkan banyak pemikir dan praktisi politik di tanah air.
Rencananya, jenazah almarhum akan disemayamkan terlebih dahulu di Gedung Urip Sumoharjo, Kementerian Pertahanan, sebelum dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada hari Minggu, 29 Maret 2026.
Segenap keluarga besar bangsa Indonesia turut berbelasungkawa atas kepergian beliau. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

