Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (20/7/2026). MNC Sekuritas menilai indeks berpotensi menguji level 6.200-6.212, meski investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek.
Dalam laporan MNCS Daily Scope Wave, MNC Sekuritas menyebutkan IHSG pada perdagangan sebelumnya menguat 1,10% ke level 6.175 dengan dominasi volume pembelian, meskipun mulai menunjukkan kecenderungan mengecil. Secara mingguan, IHSG mencatat kenaikan 4,24% dengan volume transaksi yang meningkat, mengindikasikan tren penguatan masih terjaga.
“Pada label hitam, kami memperkirakan posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [iv] pada pola triangle, sehingga IHSG berpeluang menguat menguji level 6.200-6.212,” tulis tim riset MNC Sekuritas dalam laporannya, Senin (20/7/2026).
Meski prospek penguatan masih terbuka, MNC Sekuritas mengingatkan investor untuk mencermati potensi koreksi sehat yang diperkirakan berada pada kisaran 6.088-6.122.
Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak dengan support di level 5.839 dan 5.607, sementara resistance berada di 6.286 dan 6.599.
Seiring prospek penguatan tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham yang layak dicermati dengan strategi buy on weakness, yakni ADRO, ESSA, ITMG, dan SRTG.
Saham ADRO direkomendasikan dibeli pada kisaran Rp2.400-Rp2.460 dengan target harga Rp2.550 hingga Rp2.600 dan stop loss di bawah Rp2.350. Secara teknikal, ADRO diperkirakan sedang berada pada fase wave c dari wave (a) dari wave [v].
Untuk ESSA, area akumulasi berada di rentang Rp560-Rp580 dengan target harga Rp625 dan Rp645, serta stop loss di bawah Rp555. Koreksi saham ini dinilai masih tertahan di atas moving average (MA) 20, sehingga peluang penguatan masih terbuka.
Sementara itu, ITMG direkomendasikan pada area Rp23.000-Rp23.625 dengan target harga Rp24.500 hingga Rp24.950 dan stop loss di bawah Rp22.725. Saham ini dinilai masih berada di atas MA60 dan diperkirakan sedang memasuki fase wave (a) dari wave [iii].
Adapun SRTG dapat dicermati pada kisaran Rp1.625-Rp1.675 dengan target harga Rp1.800 dan Rp1.855, serta stop loss di bawah Rp1.590. Secara teknikal, saham ini masih bergerak di atas MA200 dan diperkirakan berada pada wave (iii) dari wave [iii], yang mencerminkan tren penguatan masih berlanjut.
Investor tetap disarankan menerapkan manajemen risiko dan disiplin menggunakan batas stop loss, mengingat volatilitas pasar masih berpotensi meningkat di tengah sentimen global dan domestik yang terus berkembang.

