Jakarta (tutur.co.id) — Pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan masih memiliki ruang penguatan pada perdagangan Selasa (14/4/2026), dengan potensi menguji level resistance di 7.600.
Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan IHSG akan bergerak dalam rentang support 7.300, pivot 7.500, dan resistance 7.600. Pada perdagangan sebelumnya, indeks ditutup menguat 0,56% ke level 7.500,19, meskipun sempat berada di zona merah pada awal sesi.
Secara teknikal, indikator MACD masih menunjukkan tren positif dengan pembentukan histogram yang menguat. Namun, indikator Stochastic RSI telah berada di area overbought, yang menandakan adanya potensi koreksi terbatas dalam jangka pendek.
“Jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.500, maka berpeluang menguji level 7.600,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Di tengah proyeksi tersebut, Phintraco merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati oleh investor, yakni Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), Ratu Prabu Energi Tbk (RATU), Nickel Industries Ltd (NICL), Aneka Tambang Tbk (ANTM), serta London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).
Dari sisi makroekonomi domestik, data penjualan ritel Indonesia menunjukkan kinerja yang cukup solid. Penjualan ritel tercatat tumbuh 6,5% secara tahunan (YoY) pada Februari 2026, meningkat dari 5,7% pada Januari dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 5,9%.
Pertumbuhan ini menjadi yang tercepat sejak Maret 2024, didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat selama periode Ramadan dan menjelang Idulfitri. Kondisi ini memberikan sinyal positif terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi domestik.
Namun, tekanan eksternal masih membayangi, terutama dari pelemahan nilai tukar rupiah yang ditutup di level Rp17.105 per dolar AS. Selain itu, arus keluar dana asing dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) juga menjadi perhatian.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, kepemilikan SBN oleh investor asing turun menjadi Rp857,6 triliun atau setara 12,6% per 8 April 2026, dibandingkan Rp893,47 triliun atau 14,34% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sebaliknya, kepemilikan oleh perbankan domestik justru meningkat signifikan dari 18,37% menjadi 23,58%. Peningkatan ini didorong oleh penempatan dana pemerintah di sektor perbankan yang mencapai Rp300 triliun.
Dari sisi geopolitik, pasar juga mencermati kunjungan Prabowo Subianto ke Rusia untuk bertemu Vladimir Putin. Pertemuan ini diharapkan membahas kelanjutan kerja sama strategis, termasuk penguatan pasokan energi Indonesia di tengah konflik Timur Tengah.
Dengan kombinasi sentimen teknikal yang masih positif, dukungan data domestik, serta dinamika global yang terus berkembang, IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas. Investor disarankan tetap selektif dan mencermati level teknikal penting dalam mengambil keputusan investasi.

