Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia jeblok 225,75 poin atau 3,06% ke level 7.152,85 pada penutupan sesi I, Jumat (24/4/2026). Sepanjang sesi, IHSG bergerak fluktuatif di rentang 7.147 hingga 7.383.
Di tengah tekanan pasar yang dalam, sejumlah saham justru mencetak lonjakan tajam dan masuk jajaran top gainers, bahkan hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA).
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 28,63 miliar saham ditransaksikan dengan nilai Rp13,24 triliun dan frekuensi mencapai 1,66 juta kali transaksi. Sebanyak 642 saham terkoreksi, hanya 90 saham yang menguat, dan 82 saham stagnan.
Tekanan juga terjadi pada saham-saham unggulan. Indeks LQ45 tercatat ambles hingga 3,43%, mencerminkan tekanan besar pada saham berkapitalisasi besar.
Seluruh sektor saham kompak melemah. Sektor infrastruktur memimpin penurunan dengan koreksi 4,05%, disusul sektor energi 3,57%, perindustrian 2,97%, barang konsumsi non-primer 2,94%, serta properti 2,82%.
Sentimen negatif juga datang dari kawasan Asia. Indeks Shanghai turun 0,58%, Hang Seng melemah 0,2%, dan Straits Times terkoreksi 0,65%. Sementara itu, indeks Nikkei Jepang menjadi pengecualian dengan kenaikan 0,82%.
Di tengah pelemahan pasar, dua saham mencuri perhatian karena melesat hingga menyentuh ARA, yakni PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) yang melonjak 24,46% ke Rp865 dan PT Berlina Tbk (BRNA) yang naik 24,41% ke Rp790.
Selain itu, saham PT Pikko Land Development Tbk (RODA) melesat 20,25% ke Rp95, PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) naik 15,62% ke Rp185, serta PT Citatah Tbk (CTTH) menguat 13,85% ke Rp148.
Di sisi lain, tekanan jual juga sangat kuat pada sejumlah saham yang masuk daftar top losers hingga menyentuh auto rejection bawah (ARB).
Saham PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) ambrol 15% ke Rp680, PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) turun 14,93% ke Rp228, dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) merosot 14,69% ke Rp1.655.
Penurunan tajam juga dialami PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) yang turun 14,63% ke Rp210, PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) melemah 14,57% ke Rp170, serta PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) yang terkoreksi 14,41% ke Rp380.

