Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan Jumat (8/5/2026), didorong meredanya tensi geopolitik Timur Tengah dan ekspektasi positif terhadap data cadangan devisa domestik.
PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia mencatat IHSG sebelumnya ditutup menguat 1,15% ke level 7.174,3. Secara teknikal, indeks diperkirakan bergerak dalam rentang 7.180-7.240.
“Sentimen positif ditopang meredanya konflik Timur Tengah dan rilis data cadangan devisa domestik, di tengah penantian data NFP AS,” tulis Korea Investment & Sekuritas Indonesia dalam riset hariannya.
Selain IHSG, nilai tukar rupiah juga diproyeksikan melanjutkan penguatan ke kisaran Rp17.340-Rp17.300 per dolar AS.
“Penguatan ini didorong oleh harapan damai Timur Tengah serta antisipasi pasar terhadap rilis data tenaga kerja AS,” lanjut riset tersebut.
Dari pasar komoditas, harga minyak dunia diperkirakan masih bergerak melemah seiring meningkatnya optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz dan berlanjutnya jalur diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran.
Sementara itu, harga emas diproyeksikan terkoreksi akibat menurunnya permintaan aset safe haven setelah ketegangan geopolitik mereda. Adapun harga tembaga masih dibayangi tekanan meski permintaan dari sektor pusat data tetap kuat.
Technical Analyst PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Axmal Fauza, merekomendasikan dua saham pilihan hari ini, yakni BBNI dan PANI.
Untuk saham BBNI, rekomendasi buy diberikan dengan target harga Rp4.040 hingga Rp4.150. Entry level berada di area Rp3.890-Rp3.820 dengan stop loss di Rp3.760.
Sementara saham PANI direkomendasikan buy dengan target harga Rp9.550-Rp9.850. Area entry berada di Rp9.025-Rp8.900 dan stop loss di Rp8.650.
Di sisi lain, MNC Sekuritas menilai penguatan IHSG masih berpotensi berlanjut meski mulai dibayangi tekanan jual.
“IHSG melanjutkan penguatannya sebesar 1,15% ke 7.174, meskipun disertai dengan adanya tekanan jual,” tulis MNC Sekuritas.
Secara teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG saat ini berada pada bagian wave [v] dari wave A dari wave (2). Dalam skenario terbaik, IHSG berpotensi menguat menguji area 7.212 hingga 7.418.
Namun, dalam skenario terburuk, indeks disebut masih rawan terkoreksi ke rentang 6.645-6.838.
MNC Sekuritas menetapkan level support IHSG berada di area 7.031 dan 6.838, sementara resistance berada di level 7.240 dan 7.323.
Adapun saham pilihan MNC Sekuritas hari ini meliputi ICBP, NCKL, PGAS, dan BNBR.

