Jakarta (tutur.co.id) – Hari ini Jumat 10 April 2026 menjadi pekan pertama penerapan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH). Rupanya himbauan WFH untuk setiap hari Jumat tak sepenuhnya dilakukan beberapa perusahaan.
Dari pantauan tutur.co.id hari ini, tampak pusat-pusat perkantoran masih ramai dengan pergerakan pegawai atau karyawan. Hal itu terlihat juga di Kawasan Sudirman dan Mega Kuningan.
Kepadatan bahkan juga terlihat di beberapa stasiun seperti Stasiun Sudirman dan Palmerah. Para pekerja tampak masih memadati stasiun pada pagi hari untuk berangkat kerja. Begitu juga dengan ruas-ruas jalan yang masih tampak padat.
“Jalan masih tetap macet kok. Mungkin karena memang masih banyak yang harus diwajibkan berangkat ke kantor,” kata Ahmad, seorang karyawan swasta yang berkantor di Kawasan Sudirman Jakarta, Jumat 10 April 2026.
Pekerja lainnya, Riana, juga membenarkan jika himbauan untuk bekerja dari rumah setiap hari Jumat tak berlaku di kantornya. Padahal, pekerjaannya sebenarnya bisa dilakukan dari rumah karena bukan pekerja lapangan.
“Belum ada himbauan untuk kerja dari rumah. Tetap masih harus ke kantor kok,” kata Riana.
Namun pemandangan berbeda terjadi di beberapa perkantoran pemerintah. Tampak sejumlah kementerian nampak lebih lengang dari biasanya. Dengan kata lain, kebijakan WFH ini memang baru berjalan efektif bagi ASN.
Seperti diketahui, pemerintah menerapkan kebijakan WFH sebagai langkah efisiensi BBM di tengah konflik di Timur Tengah. Skema yang disiapkan memungkinkan pegawai bekerja dari rumah (WFH) satu hari dalam sepekan.

