Jakarta (tutur.co.id) — Harga emas perhiasan pada Rabu (29/4/2026) bergerak variatif, dengan tren penurunan terlihat di Raja Emas Indonesia, sementara harga di Hartadinata Abadi dan Laku Emas terpantau stabil. Pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar yang masih dipengaruhi faktor global dan nilai tukar rupiah.
Di Raja Emas Indonesia, harga emas perhiasan 24 karat turun Rp25.000 menjadi Rp2.240.000 per gram. Penurunan juga terjadi pada hampir seluruh kadar, termasuk 22 karat di Rp2.000.000 dan 18 karat di Rp1.637.000 per gram. Koreksi ini mengikuti fluktuasi harga emas global serta tekanan nilai tukar rupiah dalam beberapa hari terakhir.
Sementara itu, harga emas perhiasan di Hartadinata Abadi tidak mengalami perubahan. Emas 22 karat masih berada di level Rp2.509.000 per gram, diikuti 20 karat Rp2.460.000 dan 17 karat Rp2.192.000 per gram. Stabilnya harga mencerminkan strategi penyesuaian yang lebih konservatif di tengah volatilitas pasar.
Hal serupa juga terjadi di Laku Emas (CMK Group), di mana harga emas perhiasan cenderung stagnan. Emas 24 karat bertahan di Rp2.463.000 per gram, sementara 22 karat di Rp2.024.000 dan 18 karat di Rp1.654.000 per gram.
Pelaku pasar menilai pergerakan harga emas saat ini masih dipengaruhi kombinasi faktor eksternal, mulai dari ketegangan geopolitik global, arah kebijakan suku bunga bank sentral, hingga fluktuasi nilai tukar. Kondisi ini membuat harga emas bergerak dinamis dalam jangka pendek.
Di sisi lain, permintaan dari sektor perhiasan domestik dan global juga menjadi penopang harga. Namun, dengan volatilitas yang masih tinggi, calon pembeli dan investor disarankan mencermati momentum sebelum mengambil keputusan transaksi.

