Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Harga Emas Dunia Berpeluang ke US$6.000, Saham Emiten Emas Tampil Impresif

Harga Emas Dunia Berpeluang ke US$6.000, Saham Emiten Emas Tampil Impresif

Market Gusti Tetiro03 Maret 2026 / 06:30 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Tambang Emas Pani dikelola oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (MGR) dan anak-anak perusahaannya. PT Merdeka Copper Gold Tbk memiliki mayoritas saham MGR. (Foto: Dok. Merdeka Copper Gold)
Tambang Emas Pani dikelola oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (MGR) dan anak-anak perusahaannya. PT Merdeka Copper Gold Tbk memiliki mayoritas saham MGR. (Foto: Dok. Merdeka Copper Gold)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Harga emas dunia kembali menunjukkan reli kuat di tengah memanasnya konflik geopolitik global. Di pasar spot, harga emas terpantau menanjak hingga di atas US$5.400 per troy ons, mempertegas tren penguatan sebagai aset safe haven.

Analis Kiwoom Sekuritas menilai secara teoritis harga emas masih memiliki ruang kenaikan hingga US$6.000 per troy ons, meski jalan menuju level tersebut tidak akan mulus.

“Sepanjang tali resistance direntangkan, emas bisa melaju terus sampai US$6.000. Tapi untuk jangka pendek ada rintangan kritikal di area US$5.400–5.500 yang merupakan level tertinggi sebelumnya,” tulis Kiwoom dalam risetnya, Senin (2/3/2026).

Secara teknikal, indikator pergerakan harga mulai menunjukkan pelemahan momentum. Artinya, meski tren masih naik, tenaga penguatan tidak lagi sekuat fase sebelumnya sehingga potensi konsolidasi atau koreksi jangka pendek tetap terbuka.

 

Saham Emiten Emas Ikut Melonjak

Lonjakan harga emas global turut mengerek saham emiten tambang emas di Bursa Efek Indonesia. Pada penutupan perdagangan Senin sore, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) naik 4,1% ke Rp1.010.

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melesat 5,9% ke Rp4.610, sementara PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) melonjak 6,1% ke Rp1.995.

Penguatan juga terjadi pada PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang naik 4,5% ke Rp8.700, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang menguat 5% ke Rp3.940, serta PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang menanjak 5,45% ke Rp580.

Reli saham emas dipicu eskalasi perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang meningkatkan permintaan aset lindung nilai.

 

Proyeksi Analis: US$6.000 Jika Konflik Berkepanjangan

Pengamat komoditas dan mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan reli harga emas dapat berlanjut ke area US$6.000 per troy ons apabila konflik berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Baca Juga  Kemenlu Evakuasi Bertahap 32 WNI dari Iran

“Apabila konflik berkepanjangan, emas bisa dengan cepat ke level US$6.000 per troy ons,” ujarnya.

Namun dalam skenario tanpa eskalasi lanjutan, harga emas diproyeksikan bergerak terbatas di kisaran US$5.300–US$5.500 per troy ons.

Dengan asumsi harga emas global berada di sekitar US$5.500 per troy ons, harga emas batangan Antam berpotensi berada di kisaran Rp3,15 juta per gram. Kenaikan harga emas saat ini, menurut Lukman, didorong meningkatnya permintaan safe haven di tengah ketidakpastian global, termasuk respons pasar terhadap kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump.

Ke depan, arah harga emas akan sangat ditentukan oleh perkembangan konflik geopolitik, pergerakan dolar AS, serta respons kebijakan moneter global.

Harga Emas Dunia konflik AS Iran proyeksi emas US$6.000 saham emiten emas
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleGibran Dorong Penguatan Ekosistem dan Regenerasi Atlet Esports
Next Article IRGC Klaim Operasi Janji Sejati 4 Gelombang 11 Sukses Hantam 500 Basis Militer AS-Israel

Berita Lainnya

IHSG Diproyeksikan Lanjut Menguat, Phintraco Rekomendasikan BBCA, ICBP, EXCL, TKIM, dan SMGR

17 Juli 2026 / 08:21 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 6.130, ANTM, ARTO, dan ARCI Jadi Rekomendasi BRI Danareksa

17 Juli 2026 / 07:58 WIB

Mirae Asset: Peringkat BBB S&P Jadi Sentimen Positif, Namun Risiko Ekonomi Masih Membayangi

17 Juli 2026 / 05:24 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Rekomendasikan INCO, INDY, ISAT, dan OASA

17 Juli 2026 / 04:27 WIB

IHSG Berpeluang Menguat Terbatas, ANTM hingga ISAT Jadi Pilihan Trading Hari Ini

16 Juli 2026 / 08:39 WIB

IHSG Diproyeksikan Tetap Bullish, BRI Danareksa Rekomendasikan AADI, KIJA, dan BUKA

16 Juli 2026 / 07:33 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Pembunuhan Para Pimpinan Iran Membuat Rakyat Bersatu

Deba Salamah23 Maret 2026 / 17:10 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.