Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Rupiah Diproyeksi Melemah, Tekanan Geopolitik dan Sikap The Fed Bayangi Pergerakan

Rupiah Diproyeksi Melemah, Tekanan Geopolitik dan Sikap The Fed Bayangi Pergerakan

Market Gusti Tetiro04 Maret 2026 / 05:58 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Nilai tukar rupiah diperkirakan kembali tergelincir pada perdagangan Rabu (4/3/2026), di tengah tekanan sentimen global dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Pada penutupan perdagangan Selasa (3/3/2026), rupiah melemah tipis 4 poin terhadap dolar AS ke level Rp 16.872, setelah sempat menguat 10 poin dari posisi penutupan sebelumnya di Rp 16.868. Pergerakan tersebut mencerminkan volatilitas tinggi di pasar valas domestik.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp 16.870 hingga Rp 16.910 per dolar AS.

Menurutnya, tekanan terhadap rupiah masih dipicu oleh eskalasi konflik antara AS, Israel, dan Iran yang meluas ke sejumlah wilayah Timur Tengah. Iran dilaporkan menyerang infrastruktur energi di negara-negara Teluk serta kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.

Di sisi lain, pasar juga mencermati pernyataan sejumlah pejabat Federal Reserve. Sikap agresif (hawkish) dari otoritas moneter AS dinilai berpotensi memperkuat dolar AS dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

 

Faktor Domestik

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar US$ 0,95 miliar pada Januari 2026. Surplus tersebut memperpanjang tren positif menjadi 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Surplus Januari terutama ditopang oleh kinerja ekspor nonmigas yang mencatat kelebihan sebesar US$ 3,22 miliar. Meski demikian, data tersebut belum cukup kuat untuk mengimbangi tekanan eksternal yang mendominasi pergerakan pasar.

Dengan kombinasi ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter AS, rupiah diperkirakan masih akan bergerak dalam tekanan jangka pendek, sembari pelaku pasar menanti perkembangan lanjutan dari konflik global dan arah suku bunga The Fed.

Baca Juga  IHSG Berpeluang Tembus 6.000, BRI Danareksa Pilih 3 Saham yang Layak Diborong Hari Ini
headline konflik Timur Tengah kurs dolar AS rupiah melemah surplus neraca dagang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleHarga Emas Antam Berpeluang Lanjut Menguat, Simak Proyeksi dan Level Krusialnya
Next Article IHSG Berpotensi Turun ke 7.700, Phintraco Rekomendasikan JPFA, SIDO dan 3 Saham Ini

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Deba Salamah04 April 2026 / 20:13 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.