Manchester (Tutur.co.id) – Ketegangan perebutan gelar Premier League musim 2025/26 mencapai titik krusial saat Manchester City bersiap menjamu Arsenal pada pekan ke-33 di Etihad Stadium, Minggu (19/4/2026). Di tengah persaingan ketat, Pep Guardiola menunjukkan keyakinan tinggi bahwa timnya mampu kembali menundukkan rival utama tersebut.
Guardiola merujuk pada performa impresif timnya di final Piala Carabao, khususnya pada babak kedua, sebagai tolok ukur optimisme. “Bila kami bermain seperti babak kedua di final itu selama 95 menit dan mereka juga bermain seperti itu, kami akan menang. Mungkin tidak akan sepenuhnya sama karena sepak bola sulit diprediksi, tetapi laga ini akan lebih ketat dan itu yang kami inginkan,” ujarnya, seperti dikutip dari The Guardian, Jumat.
Pertandingan ini menjadi peluang emas bagi City untuk memangkas jarak dari Arsenal yang saat ini memimpin klasemen dengan 70 poin. The Citizens berada di posisi kedua dengan 64 poin, sehingga kemenangan akan memperkecil selisih menjadi tiga angka, bahkan membuka peluang menyamai poin lawan jika mampu memaksimalkan satu laga tunda yang masih dimiliki.
Modal City jelang laga ini terbilang kuat. Mereka datang dengan catatan tiga kemenangan beruntun tanpa kebobolan, termasuk kemenangan meyakinkan 2-0 atas Arsenal di final Piala Carabao. Hasil tersebut menambah kepercayaan diri skuad asuhan Guardiola untuk kembali meraih hasil positif.
Meski demikian, Guardiola tidak menutup mata terhadap potensi perubahan dari kubu lawan. Ia meyakini Mikel Arteta telah melakukan evaluasi menyeluruh dan akan membawa pendekatan berbeda ke Etihad.
“Saya mengenal Mikel. Mereka akan menyesuaikan sesuatu dan kami harus siap menghadapinya. Pada akhirnya, ini sederhana: bagaimana pemain kami memenangkan duel individu dan bagaimana mereka melakukannya di lapangan,” katanya.

