Moskow (tutur.co.id) – Ada beberapa catatan menarik saat Parade Militer Rusia yang digelar di Lapangan Merah (Red Square) Moskow pada Sabtu 9 Mei 2026 waktu setempat. Diantaranya, untuk pertama kali tantara Korut ikut baris berbaris dalam parade tersebut.
Militer Korut tampak baris berbaris secara terpisah dalam parade megah yang digelar Presiden Vladimir Putin. Hal ini menarik perhatian dan menjadi salah satu sinyal paling menonjol kedekatan antara Kremlin dengan Pyongyang.
Parade tersebut tetap menjadi salah satu acara propaganda utama Kremlin dan menjadikannya sebagai hari libur nasional. Parade ini juga sekaligus sebagai ajang promosi tentang peran eksklusif Rusia dalam mengalahkan Nazisme di masa lalu.
“Di Lapangan Merah, formasi parade Tentara Rakyat Korea dipimpin oleh Kolonel Senior Choe Un-un. Para pejuang Tentara Rakyat Korea bahu membahu dengan prajurit Rusia memberikan kontribusi besar terhadap pembebasan Oblast Kursk dari penyerbu Neo Nazi,” bunyi pengeras suara saat militer Korut berbaris yang menggambarkan bantuan Korut di perang lawan Ukraina.
Ya, kehadiran militer Korea Utara di Lapangan Merah sebagai sinyal politik dari aliansi militer baru. Dan secara analitis, ini dilihat sebagai indikasi munculnya hubungan militer-politik alternatif di luar sistem keamanan Barat. Kerja sama semacam itu juga memberi Rusia saluran tambahan untuk potensi akses ke senjata dan sumber daya.
Menurut The Moscow Times, Minggu 10 Mei 2026, parade tahun ini di Moskow berlangsung sekitar 45 menit, menjadikannya salah satu yang terpendek dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai perbandingan, parade sebelumnya berkisar antara 47 menit hingga 1,5 jam.
Selain itu, untuk pertama kalinya dalam 19 tahun, parade tersebut diadakan tanpa menampilkan peralatan militer di Lapangan Merah. Sebagai gantinya, siaran tersebut menampilkan rekaman drone dan elemen-elemen pasukan nuklir strategis Rusia, termasuk kapal selam Arkhangelsk dan Knyaz Vladimir.

