Jakarta (tutur.co.id) – Di Iran, kekuatan negara tidak hanya bertumpu pada tentara reguler. Republik Islam membangun struktur berlapis yang memadukan militer ideologis, pasukan operasi luar negeri, milisi sipil, dan aparat keamanan domestik. Empat institusi menonjol dalam arsitektur ini: Garda Revolusi, Pasukan Quds, Basij, dan kepolisian nasional.
Pilar utamanya adalah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang dipimpin Hossein Salami. Dibentuk setelah Revolusi Islam 1979, korps ini berfungsi menjaga sistem politik Republik Islam dan pemimpin tertinggi negara. IRGC mengoperasikan kekuatan darat, laut, dan udara, termasuk program rudal Iran, serta mengelola jaringan kelompok sekutu di Timur Tengah.
Di dalam struktur IRGC terdapat Pasukan Quds, unit elit yang dipimpin Esmail Qaani. Tugasnya menjalankan operasi militer dan intelijen di luar negeri serta mengoordinasikan dukungan Iran kepada kelompok sekutu di kawasan, dari Irak hingga Lebanon.
Sementara itu, Basij—milisi sukarelawan di bawah IRGC—dipimpin Gholamreza Soleimani. Organisasi ini memiliki jaringan luas di masyarakat dan kerap digunakan untuk mobilisasi massa pro-pemerintah serta membantu pengendalian demonstrasi.
Urusan keamanan dalam negeri berada di tangan Komando Penegakan Hukum Republik Islam Iran yang dipimpin Ahmadreza Radan. Sebagai kepolisian nasional, lembaga ini menangani ketertiban publik, operasi anti-kerusuhan, dan situasi keamanan domestik.
Bersama-sama, keempat institusi ini membentuk arsitektur kekuatan Iran—dari pertahanan ideologis hingga pengaruh regional—yang menjaga stabilitas dalam negeri sekaligus memperluas jangkauan strategis negara itu di Timur Tengah.
