Jakarta (tutur.co.id) – Mantan kuasa hukum Sony Sonjaya, Elza Syarief mengungkapkan salah satu alasan tak mau lagi membela habis-habisan tersangka korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) Sony Sonjaya.
Ia menyatakan bahwa Sony yang sebelumnya menyatakan bersih tidak terlibat suap pengadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah berbohong setelah Elza mendapat keterangan dari tersangka Asep Yusuf Somantri (AYS).
Menanggapi kabar tersebut, Krisna Murti kuasa hukumnya membantah tudingan Elza yang menyebut kliennya menerima aliran suap. Bahkan untuk menepisnya, dia membandingkan Justice Collaborator Sony yang ingin mengungkap puluhan nama terlibat dan pengadaan fiktif CCTV serta sidik jari di Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kalau enggak jujur, enggak mungkin keluar 41 nama hari ini,” kata Krisna saat ditemui usai mendampingi pemeriksaan Sony oleh Kejagung, Kamis 18 Juni 2026.
Lebih lanjut, dia sangat menyayangkan pernyataan Elza yang menyebut kliennya menerima aliran uang korupsi dari pengadaan dapur MBG. Dia meminta kepada Elza untuk berucap berdasarkan fakta dan data yang ada.
“Bu Elsa punya bukti apa ya kira-kira Pak Sony terima uang? Jadi, kalau bicara itu harus pakai bukti, gitu loh. Coba deh tanya Bu Elsa,” cetusnya.
Dalam kesempatan tersebut, dia menerangkan bahwa peran Sony dalam urusan titik-titik lokasi dapur MBG merupakan kewajibannya. Untuk memenuhi target Presiden Prabowo agar program pemberian makanan bergizi kepada seluruh anak-anak di seluruh Indonesia dapat segera terealisasikan.

