Jakarta (Tutur.co.id) – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman di Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam. Tidak hanya memicu kepanikan karena kobaran api yang cepat membesar, tetapi juga karena suara ledakan yang terdengar dari lokasi kejadian.
Saat api mulai menjalar di antara rumah-rumah yang berdiri rapat, warga dikejutkan oleh dua kali suara ledakan. Dalam situasi yang berlangsung cepat, sebagian warga berusaha menyelamatkan barang berharga, sementara lainnya memilih segera menjauh dari titik kebakaran.
Menurut keterangan warga, suara ledakan sempat menambah kepanikan karena belum diketahui sumbernya saat kejadian berlangsung. Di tengah kondisi tersebut, warga berupaya saling mengingatkan dan membantu proses evakuasi.
Api yang membakar area permukiman padat membuat proses penyelamatan berlangsung dalam tekanan waktu. Sejumlah warga terlihat keluar rumah dengan membawa barang seperlunya untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Petugas pemadam kebakaran kemudian tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pengendalian agar api tidak meluas ke bangunan lain di sekitar kawasan tersebut. Selain melakukan pemadaman, petugas juga mengamankan area dan memastikan warga tidak kembali mendekati lokasi yang masih berpotensi membahayakan.
Sebanyak 200 personel kepolisian dikerahkan untuk membantu proses evakuasi warga terdampak kebakaran yang melanda kawasan permukiman di Kemayoran, Jakarta Pusat. Kehadiran aparat difokuskan untuk mempercepat penyelamatan warga sekaligus menjaga situasi tetap terkendali di tengah kondisi darurat.
Personel yang diterjunkan berasal dari jajaran Polres Metro Jakarta Pusat dan didukung unsur kepolisian di wilayah setempat. Mereka membantu proses evakuasi warga, mengatur akses di sekitar lokasi, serta memastikan petugas pemadam kebakaran dapat bekerja tanpa hambatan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan pengerahan personel dilakukan untuk memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama selama proses penanganan berlangsung.
“Kami mengerahkan sekitar 200 personel untuk membantu evakuasi warga dan melakukan pengamanan di lokasi. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat dan memastikan seluruh proses evakuasi berjalan lancar,” ujar Susatyo.
Hingga penanganan berlangsung, penyebab pasti kebakaran maupun sumber ledakan masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Pendataan terhadap dampak kebakaran juga terus dilakukan, termasuk jumlah rumah yang terdampak dan kondisi warga yang harus mengungsi.

