Paris (Tutur.co.id) – Kekalahan Arsenal pada final Liga Champions 2025/2026 ternyata tidak hanya meninggalkan luka karena gagal meraih trofi. Bek andalan mereka, William Saliba, kini menghadapi kekhawatiran yang lebih besar setelah dilaporkan mengalami masalah cedera yang berpotensi mengganggu peluangnya tampil bersama Prancis di Piala Dunia 2026.
Saliba tetap dimainkan penuh selama 120 menit saat Arsenal menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) di Puskas Arena, Budapest. Dalam laga yang berakhir dengan kekalahan Arsenal melalui adu penalti itu, bek berusia 25 tahun tersebut tetap menjadi tumpuan di lini belakang meski disebut sudah tidak berada dalam kondisi fisik ideal sebelum pertandingan dimulai.
Laporan dari media Prancis yang kemudian dikutip sejumlah media Eropa menyebut Saliba bermain sambil membawa cedera yang sebelumnya telah mengganggu kondisinya. Namun, karena pentingnya laga final Liga Champions, ia tetap memilih turun dan menyelesaikan pertandingan hingga babak tambahan waktu.
Keputusan tersebut kini memunculkan konsekuensi yang tidak kecil. Cedera yang dialami Saliba dilaporkan memburuk setelah pertandingan dan berpotensi membuatnya harus menepi selama beberapa pekan. Situasi itu menimbulkan kekhawatiran di kubu tim nasional Prancis yang tengah bersiap menghadapi Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Hingga saat ini belum ada kepastian mengenai tingkat keparahan cedera maupun estimasi waktu pemulihan. Namun, muncul spekulasi bahwa Saliba setidaknya berisiko melewatkan sebagian fase turnamen jika proses pemulihannya tidak berjalan sesuai rencana.
Bagi Prancis, potensi absennya Saliba tentu menjadi perhatian serius. Dalam beberapa musim terakhir, bek Arsenal tersebut berkembang menjadi salah satu pemain paling konsisten di Eropa dan diproyeksikan menjadi pilar utama lini pertahanan Les Bleus.
Sepanjang musim ini, Saliba kembali menunjukkan perannya sebagai fondasi pertahanan Arsenal, baik di Premier League maupun Liga Champions. Konsistensinya membuat ia dipandang sebagai kandidat utama untuk mengisi posisi bek tengah bersama Dayot Upamecano di Piala Dunia nanti.
Meski demikian, kedalaman skuad masih memberi ruang bagi Prancis untuk mengantisipasi situasi terburuk. Nama-nama seperti Ibrahima Konate, Jules Kounde, Lucas Hernandez, hingga Maxence Lacroix tetap tersedia sebagai alternatif di sektor pertahanan.

