Jakarta (tutur.co.id) – Pernyataan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk yang mendukung penuh arahan kebijakan pemerintah terkait komisi ojek online yang menetapkan skema bagi hasil 92 persen untuk mitra pengemudi dan 8 persen untuk aplikator sudah sampai ke telinga para driver ojol. Mereka berharap hal itu segera terealisasi.
Diberitakan sebelumnya, meski belum disepakakti detail prosentase komisi yang akan diberlakukan, namun CEO GoTo Hans Patuwo secara secara garis besar sangat mendukung rencana tersebut. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi cerminan semangat kebangkitan nasional di era digital sekaligus bentuk keberpihakan terhadap kesejahteraan mitra pengemudi.
Sinyal positif dari pihak GoTo ini langsung dengan cepat sampai ke para driver ojol. Mereka tampak menyambut gembira dengan respon pihak GoTo dan sangat berharap kompensasi yang baru tersebut segera diterapkan.
“Saya senang kalau memang pihak GoTo akan benar-benar menerapkan potongan hanya 8 persen. Sebelumnya kami juga dapat kabar baik dengan dihapusnya fitur hemat yang sebelumnya juga dikeluhkan banyak driver ojol, Karena yang bayar potensi dapat order lebih banyak,” kata Ahmad, seorang driver Gojek, Selasa 19 Mei 2026.
Terkait dengan potongan 8 persen, Ahmad sangat berharap benar-benar terealisasi dan secepat mungkin tentunya. “Mudah-mudah benar itu ya mas, jangan nanti ada akal-akalan program apa lagi gitu. Biasanya kan aplikasi ada aja skema yang dibuat buat agar dapat duit lebih dari driver,” kata Ahmad.
Senada dengan Ahmad, driver ojol lainnya juga menyampaikan harapannya. Rudi salah satu Ojol yang ditemui redaksi juga mewanti-wanti agar pihak aplikator lebih transparan terkait dengan potongan yang akan diberlakukan nanti.
“Saya sih minta khususnya semua aplikator ojek online transparan aja, soalnya dari beberapa temen ngaku kadang potongan yang selama ini 20 persen itu bisanya lebih secara gak sadar kalau kita gak teliti,” kata Rudi.
Rudi juga menegaskan bahwa status dirinya dan teman-teman ini sejatinya lebih tepat disebut sebagai pegawai, bukan hanya sekedar mitra. “Kita ini juga kerja ngidupin gojek juga. kalo dibilang mitra itu cuma status, kita nih juga pegawai cuma waktunya aja gak terikat,” pungkasnya.

