Jakarta (tutur.co.id)- Peran aktif PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dalam memastikan penyaluran Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) berjalan baik dan tepat sasaran di Bali mendapat apresiasi dari Anggota Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih. Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama BUMN di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Gde Sumarjaya Linggih yang akrab disapa Demer menilai BNI tak hanya menjalankan fungsi administratif sebagai bank penyalur, tetapi juga aktif hadir langsung di tengah masyarakat penerima manfaat. Kehadiran tersebut dinilai membantu memastikan bantuan diterima oleh keluarga penerima manfaat yang berhak.
“Kami punya pengalaman baik di Bali. PKH itu disamperin oleh BNI. Bahkan penerima PKH menyampaikan terima kasih. Saya sudah dua kali melihat langsung di Buleleng dan Karangasem, BNI datang untuk sosialisasi PKH, termasuk kepada masyarakat yang sedang sakit,” ujar Demer.
Menurutnya, pendekatan langsung tersebut memberikan dampak positif terhadap pemahaman masyarakat mengenai mekanisme bantuan sosial, sekaligus meningkatkan efektivitas penyaluran di lapangan.
BNI selama ini berperan sebagai bank penyalur berbagai bantuan sosial pemerintah, termasuk PKH dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Penyaluran ini dilakukan secara terintegrasi dengan sistem digital guna memastikan akurasi data, ketepatan waktu, serta keamanan transaksi.
Sebagai bank milik negara, BNI menegaskan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan program bantuan sosial pemerintah secara transparan dan akuntabel sebagai bagian dari peran perseroan sebagai agent of development dalam mendorong perlindungan sosial dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

