Washington DC (Tutur.co.id) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan keras terkait ketegangan yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah. Melalui akun media sosial Truth Social-nya, Trump menegaskan bahwa Iran harus menyerah tanpa syarat jika ingin mengakhiri serangan yang terus berlangsung.
“Tak akan ada kesepakatan apa pun dengan Iran, kecuali (Iran) menyerah tanpa syarat! Setelah itu, dan setelah pemilihan pemimpin baru yang hebat dan dapat diterima, kami dan para sekutu yang hebat dan pemberani akan bekerja tanpa lelah menyelamatkan Iran dari jurang kehancuran,” kata Trump pada Jumat (6/3/2026).
Trump juga menyampaikan optimisme bahwa ekonomi Iran akan menjadi lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari sebelumnya. Ia menegaskan bahwa masa depan Iran bisa cerah apabila mereka memilih jalan yang berbeda.
Ketegangan di kawasan Teluk semakin memuncak sejak serangan besar-besaran yang dilancarkan oleh AS dan Israel pada Sabtu, 28 Februari lalu. Serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta ratusan pelajar dan pejabat militer.
Iran pun tidak tinggal diam, meluncurkan serangkaian serangan balasan terhadap pangkalan militer, fasilitas diplomatik, dan personel militer AS di berbagai lokasi di kawasan dan kota-kota di Israel. Intensitas serangan terus meningkat, memperdalam ketegangan yang sudah sangat tinggi.
Di tengah situasi ini, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyampaikan Iran salah mengira bahwa Washington tidak mampu melanjutkan operasi militer mereka. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak kekurangan kekuatan dan persediaan senjata, baik untuk ofensif maupun defensif.
“Iran berharap kami tidak bisa bertahan, tetapi itu adalah kesalahan besar dari IRGC (Korps Garda Revolusi Islam Iran). Kami siap melanjutkan serangan kapanpun diperlukan, sampai tujuan perang ini tercapai,” tegasnya.

