Jakarta (tutur.co.id) – Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Deddy Herlambang, mengkritik wacana pemindahan gerbong khusus wanita ke posisi tengah rangkaian kereta. Ia menilai gagasan tersebut absurd dan tidak relevan dengan upaya peningkatan keselamatan dan justru terkesan tidak berdasar. Menurutnya, persoalan keselamatan tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengubah komposisi gerbong.
Deddy menegaskan bahwa fokus utama seharusnya berada pada peningkatan sistem keselamatan secara menyeluruh, seperti modernisasi persinyalan, manajemen operasional, serta pembaruan sarana dan prasarana. Ia juga menyoroti pentingnya penerapan teknologi keselamatan seperti Automatic Train Protection (ATP) dan Automatic Train Stop (ATS), yang dinilai jauh lebih efektif dibanding sekadar memindahkan posisi gerbong dalam rangkaian kereta.

