Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
  • Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026
  • Prancis vs Inggris: Pertandingan yang Tidak Diinginkan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»The Fed Tahan Suku Bunga, Retak Internal Terbesar Sejak 1992 Bikin Pasar Waspada

The Fed Tahan Suku Bunga, Retak Internal Terbesar Sejak 1992 Bikin Pasar Waspada

Finance Gusti Tetiro30 April 2026 / 10:48 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden AS Donald J. Trump (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) —  Federal Reserve kembali menahan suku bunga acuan di kisaran 3,5%–3,75% pada Rabu (29/4/2026). Namun, di balik keputusan yang sesuai ekspektasi pasar, terselip sinyal yang lebih mengkhawatirkan: retaknya konsensus internal bank sentral Amerika Serikat.

Seperti dilansir CNBC International, Keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) diambil dengan voting 8–4—tingkat perbedaan pendapat tertinggi sejak 1992. Angka ini mencerminkan meningkatnya fragmentasi pandangan di tubuh The Fed, di tengah tekanan inflasi yang belum mereda dan ketidakpastian arah kebijakan ke depan.

Gubernur Stephen Miran kembali menjadi pihak yang mendorong pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin. Sementara itu, tiga pejabat regional—Beth Hammack, Neel Kashkari, dan Lorie Logan—meski sepakat menahan suku bunga, menolak sinyal pelonggaran kebijakan dalam waktu dekat.

Perbedaan ini tidak hanya soal angka, tetapi juga arah komunikasi kebijakan. Sejumlah pejabat menilai bahasa dalam pernyataan resmi terlalu membuka ruang penurunan suku bunga, padahal inflasi masih bertahan di atas 3% sejak akhir 2023.

Dalam pernyataannya, The Fed menegaskan bahwa tekanan harga masih tinggi, sebagian dipicu oleh lonjakan harga energi global. Kondisi ini membuat bank sentral berada dalam dilema antara menjaga stabilitas harga dan menopang pertumbuhan ekonomi.

Pasar kini mulai menyesuaikan ekspektasi. Jika sebelumnya masih ada ruang pemangkasan suku bunga tahun ini, kini pelaku pasar justru melihat skenario “higher for longer”—di mana suku bunga bertahan lebih lama, bahkan hingga 2027.

Di sisi lain, ekonomi AS masih menunjukkan daya tahan. Data tenaga kerja mencatat penambahan 178.000 pekerjaan pada Maret, dengan tingkat pengangguran turun ke 4,3%. Namun, kombinasi inflasi tinggi dan tekanan geopolitik membuat arah kebijakan moneter semakin kompleks.

Baca Juga  Trump Ancam Serangan Darat, Iran: Kami Selalu Punya Kejutan

 

Powell di Tengah Transisi Kekuasaan

Gubernur The Fed, Jerome Powell, kini berada di persimpangan. Di tengah masa jabatannya yang akan berakhir pada 2028, muncul dinamika baru terkait suksesi kepemimpinan.

Senat AS tengah memproses nominasi Kevin Warsh sebagai calon ketua berikutnya. Jika disahkan, ini akan menjadi pergantian pertama sejak Powell menjabat pada 2018.

Berbeda dari tradisi sebelumnya, Powell memberi sinyal tidak akan langsung mundur dari Dewan Gubernur setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir. Ia memilih bertahan hingga investigasi renovasi gedung The Fed selesai—langkah yang berpotensi memperpanjang pengaruhnya dalam penentuan arah kebijakan.

Situasi ini membuka babak baru dalam dinamika internal The Fed, di mana transisi kepemimpinan terjadi bersamaan dengan meningkatnya perbedaan pandangan kebijakan.

Secara historis, tekanan politik terhadap bank sentral bukan hal baru. Pada era Marriner Eccles, konflik dengan Presiden Harry S Truman berujung pada Treasury-Fed Accord 1951 yang memperkuat independensi The Fed.

Kini, dengan kepemilikan obligasi yang mencapai sekitar US$ 6,7 triliun dan tekanan politik yang kembali meningkat, diskursus soal independensi bank sentral kembali mengemuka.

Bagi pasar global, retaknya konsensus di tubuh The Fed menjadi sinyal penting. Bukan lagi sekadar soal suku bunga, tetapi tentang arah kebijakan moneter terbesar dunia di tengah lanskap ekonomi yang semakin tidak pasti.

FOMC Jerome Powell suku bunga AS The Fed
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleCORE Wanti-Wanti Pajak 2026 Berpotensi Jebol, Defisit Bisa Melebar
Next Article Aman atau Tidak Minum Air Kelapa Saat Konsumsi Obat? Ini Penjelasannya

Berita Lainnya

Celios: Danantara Harus Perketat Seleksi Proyek Hilirisasi Usai Bergabung dengan Forum SWF Dunia

17 Juli 2026 / 16:58 WIB

Survei BI: Aktivitas Dunia Usaha Menguat pada Triwulan II 2026, Sektor Riil Jadi Penopang Utama

17 Juli 2026 / 15:58 WIB

Gencatan Senjata Runtuh! Langit Kuwait dan Bahrain Mencekam

16 Juli 2026 / 22:58 WIB

Telah Keluar Perintah Iran untuk Houthi Yaman, Blokade Laut Merah!

16 Juli 2026 / 22:01 WIB

S&P: Danantara Berpotensi Perkuat Daya Saing BUMN dan Dongkrak Penerimaan Negara

16 Juli 2026 / 17:42 WIB

DPR: Lembaga Keuangan di PFII Tak Diawasi OJK, Pengawasan Beralih ke Dewan Pertimbangan

16 Juli 2026 / 10:07 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Prabowo Instruksikan Lahan Negara untuk Rumah Rakyat di Lokasi Premium

Deba Salamah07 April 2026 / 00:00 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Mencari Akhir yang Manis

18 Juli 2026 / 11:00 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.