Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»BI Perkuat SRBI Tahan Tekanan Rupiah, Dampaknya Merambat ke Saham dan Obligasi

BI Perkuat SRBI Tahan Tekanan Rupiah, Dampaknya Merambat ke Saham dan Obligasi

Finance Gusti Tetiro08 April 2026 / 23:59 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. ANTARA FOTO/Fauzan/bar
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Bank Indonesia (BI) memperkuat peran Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai instrumen utama untuk menarik aliran dana asing, di tengah tekanan global yang semakin meningkat.

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah derasnya arus keluar modal.

“Kami harus juga membalas antara keperluan menstabilkan nilai tukar, intervensi, dan juga bagaimana supaya outflow itu tidak terlalu buruk,” ujar Perry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (8/4/2026).

Tekanan terhadap rupiah sendiri tidak berdiri sendiri. Kenaikan harga minyak dunia hingga di atas US$100 per barel serta lonjakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat telah membuat investor global menarik dananya dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dalam situasi tersebut, SRBI kembali diandalkan sebagai instrumen “penarik” dana asing. Dengan imbal hasil yang kompetitif, BI berharap investor global tetap melihat aset rupiah sebagai pilihan menarik.

Kebijakan ini, jika efektif, berpotensi menahan pelemahan rupiah. Masuknya dana asing tidak hanya memperkuat pasar valas, tetapi juga memberi sinyal kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi domestik.

Namun, penguatan SRBI juga membawa implikasi ke pasar keuangan lain.

Di pasar obligasi, langkah ini dapat membantu meredam tekanan jual pada Surat Berharga Negara (SBN), seiring meningkatnya minat investor terhadap instrumen berbasis rupiah. Meski begitu, ada kemungkinan sebagian dana justru tertahan di SRBI yang berjangka lebih pendek.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menegaskan bahwa kebijakan ini memang diarahkan untuk menjaga daya tarik seluruh instrumen keuangan domestik.

“Kita ingin saham, SBN, dan SRBI juga bisa diminati oleh pihak asing agar mereka mendukung upaya lebih stabil dan nanti menguat (rupiah),” ujarnya.

Baca Juga  Free Float Naik ke 15%, OJK Bidik Likuiditas Rp 200 Triliun: Pasar Siap Serap? Saham PIK 2 Jadi Cermin Dinamika

Sementara itu, dampaknya terhadap pasar saham cenderung lebih dinamis. Stabilitas rupiah biasanya menjadi katalis positif bagi investor, terutama asing. Namun, di sisi lain, peningkatan imbal hasil instrumen seperti SRBI dapat mengalihkan sebagian dana dari pasar saham.

Kondisi ini membuat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi tetap fluktuatif dalam jangka pendek, mengikuti arah arus modal global.

Meski BI memastikan likuiditas perbankan tetap memadai, pasar kini berada dalam fase penyesuaian—di mana stabilitas menjadi prioritas utama, sementara dorongan pertumbuhan cenderung dinomorduakan.

Melalui langkah ini, BI tampak mengirim sinyal jelas: di tengah gejolak global, menjaga rupiah tetap stabil menjadi fondasi utama sebelum pasar keuangan kembali menguat secara menyeluruh.

headline IHSG dan obligasi kebijakan moneter BI rupiah dan capital outflow SRBI Bank Indonesia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIran dan AS Gencatan Senjata, Israel Tetap Akan Gelar Operasi Militer di Lebanon
Next Article Harry Maguire Perpanjang Kontrak: Dari Diragukan Kini Jadi Pilar Kebangkitan MU

Berita Lainnya

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Menkeu Copot Dua Pejabat Pajak, Soroti Restitusi Rp361 Triliun Tak Terkendali

Gusti Tetiro05 Mei 2026 / 09:58 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.