Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»BI Berpotensi Tahan Suku Bunga 4,75% di Tengah Lonjakan Inflasi dan Tekanan Modal Asing

BI Berpotensi Tahan Suku Bunga 4,75% di Tengah Lonjakan Inflasi dan Tekanan Modal Asing

Finance Gusti Tetiro19 Februari 2026 / 11:19 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031 Thomas Djiwandono (tengah) (Foto: Tutur/Antara/Dikir)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI (LPEM FEB UI) memperkirakan Bank Indonesia (BI) masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18–19 Februari 2026. Proyeksi ini muncul di tengah lonjakan inflasi awal tahun serta derasnya arus modal keluar akibat sentimen global dan domestik.

Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky menyebut inflasi Januari 2026 tercatat 3,55% secara tahunan (year on year/yoy), melampaui rentang target BI. Kenaikan tersebut terutama dipicu efek basis rendah (low-base effect) setelah diskon tarif listrik 50% bagi kelompok rumah tangga tertentu pada Januari–Februari tahun lalu. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak Mei 2023.

“Melihat kondisi saat ini, Bank Indonesia sebaiknya mempertimbangkan menahan suku bunga acuannya di 4,75% pada RDG mendatang sebagai langkah yang tepat, mengingat pemotongan suku bunga berpotensi memperparah arus modal keluar,” ujar Riefky dalam Laporan Seri Analisis Makroekonomi RDG BI Edisi Februari 2026 yang diterima Kamis (19/2/2026).

 

Tekanan Eksternal dan Sentimen Investor

Dari sisi eksternal, pasar keuangan domestik berada dalam tekanan setelah pengumuman oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) serta penurunan penilaian kondisi ekonomi Indonesia oleh Moody’s. Kedua lembaga tersebut menyoroti peningkatan kekhawatiran atas kelayakan investasi, kapasitas institusi, serta koherensi dan transparansi kebijakan.

Pasca pengumuman MSCI, arus modal keluar dari pasar saham Indonesia tercatat mencapai US$1,01 miliar. Sementara itu, perubahan penilaian dari Moody’s memicu arus keluar dari pasar obligasi sebesar US$0,37 miliar. Secara kumulatif, dalam 30 hari terakhir Indonesia mencatatkan arus modal keluar sebesar US$1,06 miliar.

Tekanan tersebut turut mendorong kenaikan imbal hasil (yield) surat utang negara tenor 10 tahun sebesar 6 basis poin, dari 6,31% pada 19 Januari menjadi 6,40% per 13 Februari 2026.

Baca Juga  BI Pilih Naikkan Suku Bunga demi Jaga Rupiah dan Tarik Investor Asing

Menurut Riefky, pemangkasan suku bunga di tengah tekanan eksternal berisiko memperdalam arus modal keluar sekaligus melemahkan stabilitas nilai tukar. “Berbagai daerah juga masih dalam tahap pemulihan pasca-bencana, sehingga ruang pelonggaran moneter menjadi semakin terbatas,” katanya.

 

Isu Independensi dan Kepercayaan Pasar

LPEM juga menyoroti faktor domestik yang dinilai turut memengaruhi sentimen investor, yakni penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI. Thomas diketahui merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto.

Riefky menilai munculnya keraguan terkait independensi bank sentral berpotensi memperburuk kepercayaan pasar. “Munculnya keraguan terkait independensi bank sentral seiring dengan dilantiknya keponakan Presiden sebagai Deputi Gubernur juga memperburuk tingkat kepercayaan investor dan memperparah arus modal keluar,” ujarnya.

 

Ruang Pelonggaran Kian Sempit

Dalam RDG 20–21 Januari 2026, BI memutuskan mempertahankan BI-Rate di 4,75%, suku bunga Deposit Facility 3,75%, dan Lending Facility 5,5%. Sejak September 2024, BI-Rate telah turun total 150 basis poin, termasuk 125 basis poin sepanjang 2025, sehingga mencapai level terendah sejak 2022.

Dengan inflasi yang kembali meningkat, tekanan modal asing, serta sorotan terhadap independensi kebijakan moneter, ruang pelonggaran suku bunga dinilai semakin terbatas. Dalam konteks tersebut, LPEM memandang langkah paling rasional bagi BI saat ini adalah menjaga stabilitas melalui penahanan suku bunga, sembari mencermati dinamika global dan respons pasar dalam jangka pendek.

Keputusan RDG Februari ini akan menjadi penanda arah kebijakan moneter Indonesia di tengah persimpangan antara menjaga momentum pertumbuhan dan mempertahankan kredibilitas stabilitas makroekonomi.

75 persen Arus modal keluar Indonesia BI Rate 4 Inflasi Januari 2026 Suku bunga Bank Indonesia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleWorldSBK 2026 Resmi Dimulai di Phillip Island
Next Article Isi Lengkap Pesan Ramadan Donald Trump untuk Umat Muslim Dunia

Berita Lainnya

Celios: Danantara Harus Perketat Seleksi Proyek Hilirisasi Usai Bergabung dengan Forum SWF Dunia

17 Juli 2026 / 16:58 WIB

Survei BI: Aktivitas Dunia Usaha Menguat pada Triwulan II 2026, Sektor Riil Jadi Penopang Utama

17 Juli 2026 / 15:58 WIB

S&P: Danantara Berpotensi Perkuat Daya Saing BUMN dan Dongkrak Penerimaan Negara

16 Juli 2026 / 17:42 WIB

DPR: Lembaga Keuangan di PFII Tak Diawasi OJK, Pengawasan Beralih ke Dewan Pertimbangan

16 Juli 2026 / 10:07 WIB

LPS: Penjaminan Simpanan Tak Perlu Diterapkan di Pusat Keuangan Internasional Indonesia

09 Juli 2026 / 10:30 WIB

OJK Minta Bank Blokir 36.191 Rekening Terindikasi Judi Online, Pengawasan Diperketat

08 Juli 2026 / 10:28 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Ide Ucapan Valentine untuk Teman Lama: Anti Canggung, Tetap Hangat

Galuh Parantri14 Februari 2026 / 16:32 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.