Jakarta (tutur.co.id) — Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional pada semester II-2026. Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk insentif transportasi, program magang dan vokasi, serta bantuan pangan bagi masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan seluruh program telah dibahas lintas kementerian dan mendapatkan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Kami sudah membahas secara lintas kementerian dan sudah mendapatkan arahan dari Bapak Presiden, jadi total stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk semester II-2026 nilainya sekitar Rp26,34 triliun,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,4% pada 2026. Pada triwulan I-2026, ekonomi nasional tercatat tumbuh 5,61%.
Dari total anggaran yang disiapkan, sebesar Rp2,04 triliun dialokasikan untuk berbagai stimulus dan insentif transportasi. Salah satunya berupa pemberlakuan tarif khusus Pajak Penghasilan (PPh) Final Royalti sebesar 1,5% bagi penulis nasional.
Pemerintah juga memberikan diskon transportasi selama periode liburan sekolah. Program tersebut mencakup potongan tarif kereta api sebesar 30% untuk perjalanan 20 Juni-5 Juli 2026, diskon 30% tarif dasar kapal PT Pelni untuk periode 20 Juni-15 Agustus 2026, serta pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP pada 20 Juni-5 Juli 2026.
“Alokasi anggaran untuk diskon transportasi sebesar Rp190,5 miliar dengan target sekitar tiga juta penumpang,” kata Airlangga.
Selain itu, pemerintah memberikan subsidi penuh Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100% untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi selama musim liburan sekolah. Program ini menyiapkan anggaran Rp472,7 miliar dengan target penerima manfaat sebanyak 2,3 juta penumpang.
Untuk periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, pemerintah kembali menyiapkan diskon transportasi dengan anggaran Rp161,4 miliar yang ditargetkan menjangkau sekitar 2,8 juta penumpang.
Pemerintah juga memberikan insentif sektor industri melalui pembebasan bea masuk impor LPG untuk industri petrokimia, bahan baku plastik, serta penurunan bea masuk suku cadang pesawat. Program tersebut diperkirakan memberikan manfaat ekonomi hingga Rp2,25 triliun dengan alokasi anggaran sekitar Rp500 miliar.
Di sektor ketenagakerjaan, pemerintah mengalokasikan Rp6,26 triliun untuk program magang dan vokasi. Program magang nasional akan dimulai pada Juli 2026 dengan anggaran Rp4,14 triliun dan target 150 ribu peserta.
Sementara itu, program vokasi memperoleh anggaran Rp2,12 triliun untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dengan sasaran utama 220 ribu lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) serta 50 ribu pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Porsi terbesar stimulus berasal dari bantuan pangan dengan total anggaran Rp18,04 triliun. Pemerintah akan menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan kepada 32,24 juta penerima manfaat selama tiga bulan mulai Juli 2026.
Program bantuan beras tersebut menelan anggaran sekitar Rp17,54 triliun. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kedelai bagi perajin tahu dan tempe dengan subsidi maksimal Rp2.000 per kilogram untuk kuota 250 ribu ton.
“Pada tahap pertama ini untuk daerah yang harga kedelainya berada di atas harga acuan pembelian dengan anggaran sebesar Rp500 miliar,” ujar Airlangga.
Pemerintah berharap paket stimulus ini mampu menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan mobilitas ekonomi, memperkuat sektor industri, serta mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun 2026.

