Jakarta (tutur.co.id) — Pasar saham Indonesia dipastikan masih bertahan dalam kelompok MSCI Emerging Market Index setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) tidak mengubah klasifikasi pasar Indonesia dalam evaluasi terbarunya. Keputusan ini menepis kekhawatiran pasar terkait potensi penurunan status Indonesia menjadi frontier market.
Dengan status tersebut, Indonesia tetap sejajar dengan negara emerging market besar lainnya seperti China, India, Korea Selatan, dan Brasil. Sementara kelompok frontier market dihuni negara seperti Bangladesh, Pakistan, hingga Burkina Faso.
Sebelumnya, pasar sempat dihantui risiko Indonesia turun kelas menjadi frontier market setelah MSCI menyoroti masalah transparansi kepemilikan saham, kualitas free float, dan aksesibilitas investor di pasar modal domestik.
Dalam histori MSCI, negara terakhir yang dikeluarkan dari kategori emerging market adalah Argentina dan Pakistan pada 2021. Sebelumnya, Venezuela turun kelas pada 2006 dan Argentina juga pernah terdegradasi pada 2009.
MSCI sendiri menilai klasifikasi pasar berdasarkan sejumlah indikator utama, seperti perkembangan ekonomi, ukuran dan likuiditas pasar modal, serta tingkat aksesibilitas investor asing.
Meski status emerging market tetap dipertahankan, MSCI melakukan perombakan besar terhadap komposisi saham Indonesia dalam rebalancing Mei 2026. Sebanyak enam saham Indonesia dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index tanpa ada emiten baru yang masuk.
Berikut daftar saham yang didepak dari MSCI Global Standard Index:
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
MSCI juga merombak MSCI Global Small Cap Index untuk Indonesia. Sebanyak 13 saham dikeluarkan dari indeks tersebut dan hanya satu saham yang masuk, yakni AMRT yang turun kelas dari Global Standard ke Small Cap Index.
Daftar saham yang keluar dari MSCI Global Small Cap Index meliputi:
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)
Keputusan MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai emerging market dinilai memberi sentimen positif jangka panjang bagi pasar modal domestik. Namun, penghapusan sejumlah saham besar dari indeks global tetap berpotensi memicu tekanan jangka pendek akibat potensi outflow dana asing pasif.

