Jakarta (tutur.co.id) – Kurban dan aqiqah merupakan dua ibadah dalam Islam yang sama-sama berkaitan dengan penyembelihan hewan. Karena memiliki bentuk pelaksanaan yang mirip, sebagian masyarakat masih kerap menganggap keduanya sama. Padahal, kurban dan aqiqah memiliki tujuan, waktu pelaksanaan, hingga ketentuan yang berbeda.
Secara umum, kurban merupakan ibadah yang dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha dan hari tasyrik sebagai bentuk ketakwaan serta meneladani kisah Nabi Ibrahim AS. Sementara aqiqah adalah ibadah sebagai ungkapan syukur atas kelahiran anak.
Mengacu pada penjelasan Kementerian Agama RI, ibadah kurban memiliki hukum sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang mampu. Adapun aqiqah juga termasuk sunnah sebagai bentuk rasa syukur orang tua kepada Allah SWT atas kelahiran buah hati.
Perbedaan paling mendasar terletak pada waktu pelaksanaan. Kurban hanya dilakukan pada momentum Idul Adha, tepatnya setiap 10 hingga 13 Zulhijah. Sedangkan aqiqah dapat dilakukan setelah kelahiran anak, yang umumnya dianjurkan pada hari ketujuh.
Selain itu, jenis dan jumlah hewan yang digunakan juga berbeda. Dalam ibadah kurban, satu ekor kambing diperuntukkan bagi satu orang, sementara sapi dapat untuk tujuh orang. Pada aqiqah, ketentuannya biasanya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan.
Dari sisi tujuan, kurban lebih menitikberatkan pada ibadah, pengorbanan, dan kepedulian sosial kepada masyarakat. Sedangkan aqiqah berfokus sebagai bentuk syukur sekaligus doa bagi anak yang baru lahir.
Distribusi daging juga memiliki perbedaan. Daging kurban dianjurkan dibagikan kepada masyarakat, terutama yang membutuhkan. Sementara pada aqiqah, olahan daging biasanya dibagikan kepada keluarga, kerabat, maupun tetangga.
Meski berbeda, keduanya sama-sama memiliki nilai berbagi dan kepedulian sosial yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat, berdasar keterangan tertulis yang diterima Redaksi Tutur.
Berikut ringkasan perbedaan kurban dan aqiqah:
• Kurban dilakukan saat Idul Adha, aqiqah setelah kelahiran anak.
• Kurban bertujuan sebagai ibadah dan pengorbanan, aqiqah sebagai rasa syukur.
• Hewan kurban bisa sapi atau kambing, sedangkan aqiqah umumnya kambing.
• Kurban dianjurkan bagi Muslim yang mampu, aqiqah dianjurkan bagi orang tua yang memiliki kecukupan rezeki.
Dengan memahami perbedaannya, masyarakat diharapkan tidak lagi keliru membedakan antara ibadah kurban dan aqiqah.

